MANADO – Gereja Masehi Injili Sangihe Talaud (GMIST) dan Bank SulutGo secara resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) yang bertujuan untuk meningkatkan pengelolaan keuangan lembaga keagamaan serta memberikan fasilitas kredit konsumtif umum (KSU) kepada anggota GMIST. 

Penandatanganan MOU pada Rabu (9/8/2023) di Kantor Pusat GMIST di Manado ini merupakan langkah penting dalam mendukung pengembangan kegiatan keagamaan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah Sangihe Talaud.

Penandatanganan pun dihadiri oleh Ketua Umum GMIST Pdt. Welman Boba, Sekretaris Umum GMIST Pdt. Clementie Malohing-Oleng, Bendahara GMIST Pnt Nelci M. Sumenda, dan Direktur Utama Bank SulutGo Revino M Pepah,

Hadir juga Direktur Pemasaran Bank SulutGo Pius Batara, Group Head Operasional Bank SulutGo Linda Moniaga, Pemimpin Divisi Pemasaran Dana Jummy Roboth, dan Pemimpin Cabang Tahuna Eunika Abram. 

Dalam sambutannya, Ketua Umum GMIST, Pdt. Welman Boba, menyampaikan rasa syukur dan harapan bahwa kerjasama ini akan membawa manfaat besar bagi gereja dan komunitas di daerah Sangihe Talaud.

“Dengan adanya MoU ini, kami berharap dapat mengelola keuangan gereja dengan lebih baik, sehingga kami dapat fokus pada misi kami dalam pelayanan sosial, pendidikan, dan pengembangan rohani masyarakat,” ungkapnya. 

“Selain itu, fasilitas KSU yang akan disediakan oleh Bank SulutGo akan membantu anggota gereja dalam memenuhi kebutuhan konsumtif mereka, dengan syarat-syarat yang mendukung dan bunga yang kompetitif,” kata Pdt. Welman Boba.

Sementara itu, Direktur Utama Bank SulutGo, Bapak Revino M Pepah, juga menyampaikan komitmennya untuk mendukung perkembangan GMIST dan masyarakat Sangihe Talaud.

“Kami merasa terhormat dapat berkolaborasi dengan GMIST dalam mengelola keuangan gereja dan memberikan fasilitas KSU kepada anggota GMIST,” sebut Pepah. 

“Bank SulutGo akan memberikan pelayanan terbaik kami, serta berusaha untuk selalu mendukung kegiatan positif di wilayah ini,” sambungnya.

Dalam MoU ini, Bank SulutGo akan memberikan pelatihan tentang pengelolaan keuangan kepada pengurus gereja, serta memberikan fasilitas KSU dengan persyaratan yang dapat diakses oleh anggota GMIST. 

Kedua belah pihak juga berkomitmen untuk menjaga kerahasiaan informasi dan bekerja sama secara berkelanjutan untuk memajukan kegiatan keagamaan dan kesejahteraan masyarakat di Sangihe Talaud.

Penandatanganan MOU ini diharapkan akan menjadi contoh kolaborasi positif antara lembaga keagamaan dan sektor perbankan dalam mendukung perkembangan masyarakat di daerah tersebut. 

Dengan adanya dukungan keuangan yang lebih baik dan akses terhadap fasilitas KSU yang terpercaya, diharapkan anggota GMIST dapat lebih fokus pada pengembangan rohani dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. (Fernando Rumetor)