Dukungan bagi Petani di Kota Manado, Bank Indonesia Berikan Bantuan Ribuan Bibit Cabai dan Alsintan

oleh
Penyerahan bantuan alsintan secara simbolis oleh Kepala Perwakilan BI Sulut, Andry Prasmuko (tengah baju putih). (FOTO: istimewa)

MANADO – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara (KPw BI Sulut) bersama Pemerintah Kota Manado melalui Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan (DPKP), menyerahkan ribuan bibit tanaman cabai kepada masyarakat titiwungen selatan, serta alsintan (alat dan mesin pertanian) kepada kelompok tani di Kota Manado, Rabu (27/12/2023).

Adapun kegiatan ini merupakan bagian dari bantuan Program Sosial Bank Indonesia tahun 2023 kepada Kelompok Tani dan Masyarakat Petani dan Pertanian Organik Indonesia (Maporina) di Kota Manado.

Kepala Perwakilan BI Sulut, Andry Prasmuko mengatakan, untuk tahun ini Bank Indonesia memberikan bantuan sebanyak 2.000 bibit cabai kepada kelompok petani dan Maporina tersebut.

“Kami berharap dengan adanya bantuan bibit ini agar bisa dipelihara sehingga dapat bertumbuh dengan baik,” ucap Prasmuko.

Dirinya menambahkan, pentingnya juga pendampingan baik itu dari Dinas maupun dari Maporina Kota Manado kepada masyarakat penerima bantuan bibit.

Sementara itu, Wali Kota Manado, Andrei Angouw yang ikut menyerahkan bantuan bibit memberikan apresiasi kepada Bank Indonesia yang telah mensupport dan memberi perhatian kepada masyarakat dan kelompok tani di Kota Manado.

“Teruntuk DPKP Manado saya berharap agar bisa memberikan pendampingan kepada masyarakat penerima bantuan, agar ini bisa berhasil dan bermanfaat kepada masyarakat,” tuturnya.

“Harapan kami tanaman rica ini bisa menghasilkan buah sehingga kebutuhan akan cabai bisa terpenuhi,” tambah Wali Kota yang turut didamping Sekretaris Kota Manado, Micler Lakat dan Kepala DPKP Manado, M.Sofian.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada beberapa Kelompok Tani dan Maporina yang ikut hadir di kegiatan tersebut.

Selain bibit tanaman cabai atau rica, BI Sulut juga memberikan bantuan alsintan seperti cultivator, plastik mulsa, hingga bor air. (Fernando Rumetor)