MANADO – PT PLN (Persero) memberikan bantuan listrik gratis melalui program Bantuan Pasang Listrik Baru (BPBL) dari anggaran pemerintah untuk masyarakat kurang mampu.

Sebanyak 313 warga kurang mampu yang tersebar di wilayah kerja PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tahuna, yakni Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sitaro dan Talaud. 

Sedangkan di wilayah kerja PLN UP3 Kotamobagu tersebar di Unit Layanan Pelanggan (ULP) Bolmut, ULP Inobonto, ULP Molibagu, ULP Modayag dan ULP Inobonto, ada sebanyak 529 warga kurang mampu yang menerima bantuan.

Salah satu penerima bantuan tersebut Makson Momongan yaitu pelanggan yang berada di Desa Solimandungan I Kotamobagu, menyampaikan terima kasih atas bantuan penyambungan listrik.

“Terima kasih kepada PLN dan pemerintah telah memberikan bantuan penyambungan listrik gratis bagi kami, bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami, kami bisa merasakan kemudahan dari memanfaatkan listrik dari program ini,” tutur Makson.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo (UID Suluttenggo), Ari Dartomo mengatakan program BPBL bertujuan melistriki rumah tangga tidak mampu yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), berdomisili di daerah 3T dan atau memenuhi kriteria sebagai calon penerima BPBL yang divalidasi oleh kepala desa/Lurah atau pejabat yang setara.

“BPBL adalah program bantuan pemasangan listrik yang diberikan kepada masyarakat kurang mampu melalui anggaran Pemerintah, bantuannya meliputi instalasi tenaga listrik dan biaya pemasangannya, hingga biaya sertifikasi layak operasi dan biaya penyambungan baru ke PLN,” ungkap Dartomo.

Hal ini sejalan dengan Data Kementerian ESDM menyebutkan, hingga semester II 2022, Rasio Elektrifikasi atau perbandingan rumah tangga berlistrik dengan total rumah tangga Indonesia mencapai 99,56%. Dari data tersebut, masih ada sekitar 347.141 rumah tangga yang belum berlistrik dan sebagian besar tersebar di daerah 3T.