4. Filter Udara
Filter yang kotor dan basah dapat menghambat udara yang masuk ke ruang bakar, padahal udara sangat diperlukan selama proses pembakaran. Kondisi filter udara yang kotor atau basah akan membuat performa motor akan berkurang dan tarikan motor jadi lebih berat. Cek kondisi filter udara, dan gantilah sesuai dengan jadwal penggantian berkala.

5. Rantai Roda
Periksa tingkat ketegangan rantai sesuai petunjuk dalam buku panduan pemilik sepeda motor. Jangan lupa melumasi rantai motor lebih sering karena air hujan yang bersifat asam bisa membuat rantai berkarat.

6. Kelistrikan
Pastikan semua komponen kelistrikan dalam kondisi baik dan terlindungi dari potensi kemasukan air. Yang utama adalah pastikan lampu utama dan lampu rem bekerja dengan baik. Saat hujan turun, jarak pandang akan sangat terbatas. Dibutuhkan pencahayaan yang baik untuk melihat kondisi jalan di depan serta sebagai tanda supaya pengendara lain menyadari ada kendaraan lain di dekatnya.

7. Karet Seal Tangki Bahan Bakar
Ini khusus untuk sepeda motor tipe sport dan matic besar dengan posisi tutup tangki tidak berada di bawah jok.
Karet seal yang sudah getas atau retak-retak berpotensi mempermudah air hujan masuk ke dalam tangki bahan bakar. Jika itu terjadi, air akan bercampur dengan bensin dan bisa mengganggu kerja mesin. Periksa kondisi karet seal, jika sudah aus gantilah dengan yang baru.

“Untuk memastikan seluruh bagian sepeda motor masih dalam kondisi optimal, bawalah sepeda motor kesayangan ke bengkel AHASS terdekat untuk mendapat pemeriksaan dan perawatan dari mekanik Honda berpengalaman, sehingga sepeda motor selalu siap digunakan baik saat cuaca panas atau hujan dan jangan lupa #Cari_Aman saat berkendara,” ujar Agnessya Mapalie, Instruktur Safety Riding Honda PT. Daya Adicipta Wisesa (DAW). (Fernando Rumetor)