Bupati Sachrul Berhasil Bangun Boltim Selama Tiga Tahun Menjabat

oleh


BOLTIM
– Pasca dilantik berdasarkan Kерutuѕаn Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Nоmоr 131.71/294 Tahun 2021 tertanggal 22 Februari 2021 dan Nomor 131.71/374 Tahun 2021 tertanggal 24 Februari 2021, maka tepat hari ini Senin 24 Februari 2024, Kepemimpinan Bupati Sam Sachrul Mamonto genap berusia tiga tahun.

Sebelum masa jabatan sebagai bupati berakhir pada Desember Tahun 2024 mendatang, sesuai dengan amanat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 1 Tahun 2015, tentang Penetapan Peraturan Pemerintah (PP) Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota.

Dimana, selama tiga tahun dalam masa kepemimpinannya, banyak catatan penting yang ditorehkan oleh SSM julukan Bupati Sachrul. Berbagai macam terobosan yang dicanangkan melalui program prioritas di daerah, diantaranya melalui program pemberdayaan sumber daya manusia (SDM), meningkatkan kualitas pendidikan melalui beasiswa, pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan kesehatan masyarakat, peningkatan infrastruktur jalan pertanian maupun perkebunan, SSM juga telah membangun berbagai proyek fisik, seperti Masjid Agung Boltim, gerbang masuk Boltim dengan tugu bermotif kabela, dan jalan raya berstandar nasional, dan juga peningkatan pelayanan publik termasuk menekan angka stunting yang tengah menjadi Isyu central nasional.

Tak hanya itu, mantan Ketua DPRD Boltim ini juga telah meraih berbagai prestasi selama menjabat, seperti penghargaan atas kepatuhan penyelenggaraan pelayanan publik dan penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ke-10 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

SSM juga telah menghidupkan budaya melalui penyelenggarakan berbagai festival yang bertajuk budaya lokal di Bolaang Mongondow Timur, melalui ajang mempromosikan kekayaan budaya, serta aneka macam makanan khas daerah, serta meningkatkan pariwisata yang tentunya berdampak positif bagi perekonomian lokal. Melalui kepedulian terhadap budaya-budaya lokal, sehingga ia bisa memperoleh gelar mulai dari pusat hingga daerah, diantaranya mendapatkan gelar kehormatan dari Keraton Surakarta Hadiningrat sebagai Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) dan Kanjeng Mas Tumenggung (KMT) atas promosi budaya daerah lewat festival, penghargaan dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), serta penghargaan dari Ombudsman Republik Indonesia atas kepatuhan penyelenggaraan pelayanan publik, dan Dianugerahi Gelar Adat Kolano Ki Sinungkudan Tule Molantud In ta Mokotareangkum.

Sementara itu, dari segi pengelolaan keuangan, Sachrul juga telah menerima beberapa penghargaan penting seperti pengelola Dana Desa terbaik, meraih Opini BPK WTP atas LKPD ke-10 kali berturut-turut, dan penghargaan di berbagai instansi. (Novianti Kansil)