MANADO – Ketidakpastian ekonomi di tingkat global yang masih terdampak oleh pandemi dan isu geopolitik global, direspon pemerintah melalui berbagai kebijakan yang didanai oleh APBN dan APBD.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Sulawesi Utara (DJPb Sulut), Hari Utomo menyebut, dalam pelaksanaan APBN di Sulut, Pendapatan yang telah terealisasi adalah senilai Rp388,29 miliar.

“Jumlah tersebut mencapai 7,42 persen dari target yang telah ditetapkan, angka tersebut terkontraksi 22,28 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year),” kata Hari, Selasa (27/2/2024).

Dari jumlah tersebut diketahui realisasi penerimaan pajak di Sulut sampai dengan akhir Januari 2024 adalah sebesar Rp333,18 miliar atau telah terealisasi sebesar 8,42 persen dari target penerimaan tahun 2024.

Selain dari penerimaan pajak, salah satu sumber pendapatan APBN adalah dari pendapatan bea dan cukai, dimana realisasi sampai dengan akhir Januari 2024, dilaporkan pendapatan bea dan cukai telah terealisasi sebesar Rp7,3 miliar. 

“Untuk periode bulan Januari 2024 penerimaan Cukai terealisasikan sebesar Rp0,19 miliar, dan Bea Masuk sebesar Rp6,62 miliar serta realisasi Bea Keluar sebesar Rp0,5 miliar,” ucap Hari.

Selain dari Perpajakan dan Bea Cukai, sumber Pendapatan APBN lainnya adalah dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Capaian PNBP s.d 31 Januari 2024 adalah sebesar Rp47,79 miliar atau 3,98 persen dari target. Realisasi PNBP terkontraksi 69,45 persen secara year on year dari periode yang sama tahun 2023.

Sementara itu, dari sisi Belanja APBN, telah terealisasi sebesar 6,55 persen dari pagu, tumbuh 16,85 persen dengan nilai sebesar Rp1,48 triliun. 

“Dana Transfer ke Daerah, Belanja Pegawai dan dan Belanja barang menjadi komponen belanja terbesar yang ada. Belanja Barang telah terealisasikan 5,74 persen dari total pagu, sedangkan untuk realisasi Belanja Modal telah terealisasikan 2,08 persen,” jelas Hari. 

Lebih lanjut, Transfer Ke Daerah (TKD) sampai dengan akhir Januari 2024 telah disalurkan mencapai Rp1,17 triliun atau 8,69 persen dari pagu. 

“Dari angka tersebut, DAU menempati porsi terbesar, dengan realisasi Rp882,41 miliar dan disusul DAK Non Fisik Rp225,39 miliar,” sebut Hari. 

Sebagai kesimpulan, kinerja APBN di awal 2024 terus melanjutkan kinerja baik APBN 2023 dengan momentum pertumbuhan ekonomi yang stabil. 

“Pemerintah terus memantau dan mengantisipasi dampak dari pelemahan perekonomian dan volatilitas pasar keuangan global terhadap perekonomian domestik dan kesinambungan fiskal,” kuncinya. (Fernando Rumetor)