MANADO – Jelang momen perayaan Idul Fitri 1445 Hijriah kondisi cuaca masih tidak dapat diprediksi dan cenderung ekstrim dengan hujan deras dan angin kencang.
Untuk itu PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo (UID Suluttenggo) menghimbau agar seluruh masyarakat dapat tetap siaga terutama mengamankan instalasi listrik di rumah.
Dilansir dari laman Badan Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika (BMKG) pada Minggu (07/04) cuaca ekstrim masih akan berlangsung hingga sepekan ke depan. Hal ini pun tak ayal akan menambah risiko pada keandalan jaringan listrik.
Saat ditemui, General Manager PLN UID Suluttenggo Ari Dartomo menyampaikan bahwa pihaknya dengan monitoring ketat memantau berbagai risiko gangguan listrik khususnya yang bersumber dari cuaca, terutama saat hari-hari menjelang momen Idul Fitri.
“Kami memahami cuaca yang ada saat ini sangat tidak kondusif, untuk itu kami menyiagakan personil kami di titik-titik prioritas dalam menjamin keandalan listrik yang ada jelang lebaran,” ujar Dartomo.
PLN UID Suluttenggo menyiagakan total 2192 personil bersama 38 personil PDKB (Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan) yang sigap dalam mengantisipasi berbagai risiko gangguan listrik yang mungkin terjadi.
Di satu sisi Ari Dartomo pun mengajak masyarakat untuk lebih sigap pada hal-hal yang berpotensi membahayakan. “Kami menghimbau agar masyarakat dapat terlibat aktif berkolaborasi dengan PLN untuk melaporkan berbagai potensi bahaya listrik yang mungkin terjadi,” ucapnya.
“Jika masyarakat menemukan instalasi atau jaringan listrik yang dekat dengan pohon atau terjadi banjir yang berpotensi menyentuh instalasi listrik agar dapat dilaporkan pada kami,” ajak Dartomo.
Ia pun menambahkan, jika terjadi banjir atau pun kerusakan pada jaringan listrik karena tertimpa pohon, PLN wajib untuk menghentikan sementara aliran listrik. Hal ini dibutuhkan demi mengutamakan keselamatan masyarakat.
“Keselamatan masyarakat jadi hal yang utama bagi kami. Kami ingin pelanggan kami dapat menikmati listrik dengan aman dan nyaman tanpa adanya ancaman bahaya listrik,” tutur Dartomo.


Tinggalkan Balasan