Sulut Inflasi 0,17 Persen (m-to-m) di April 2024, Didorong Komoditas Barito

oleh
Komodita pertanian seperti cabai (rica) menjadi salah satu komoditas yang bisa memicu inflasi di Provinsi Sulut. (FOTO: Istimewa)

MANADO – Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara (BPS Sulut) mencatat pada April 2024 Sulut mengalami inflasi 0,17 persen secara month to month (m-to-m).

“Komoditas pendorong inflasi m-to-m tertinggi yaitu bawang merah sebesar 0,22 persen, diikuti tomat 0,21 persen, dan cabai rawit 0,19 persen,” ujar Kepala BPS Sulut, Asim Saputra dalam keterangan resmi, Kamis (2/5/24).

Adapun komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m pada April 2024, antara lain: bawang merah, tomat, cabai rawit, angkutan udara, daging babi, emas perhiasan, bawang putih, sate, semangka, kue kering, dan pisang.

Sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m, antara lain: beras, ikan cakalang/ikan sisik, kangkung, daun bawang, cabai merah, air kemasan, ikan kembung/ikan gembung/ikan banyar/ikan gembolo/ikan aso-aso, ikan mujair, minyak goreng, ikan tuna, wortel, terong, sepatu anak, daun gedi, sepatu wanita, masker, buncis, daging ayam ras, deodorant, dan hand body lotion. 

Lebih lanjut dikatakan Asim, jika dilihat secara year-on-year (y-on-y) maka Provinsi Sulawesi Utara mengalami inflasi sebesar 4,24 persen pada bulan April 2024.

“Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Minahasa Selatan sebesar 7,56 persen dengan IHK sebesar 108,41 dan terendah terjadi di Kota Manado sebesar 2,46 persen dengan IHK sebesar 105,65,” jelasnya.

Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 11,39 persen.

Kemudian kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,33 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 2,82 persen.

“Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,90 persen dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,04 persen,” jelasnya.

Selain itu, pada bulan yang sama Provinsi Sulawesi Utara juga tercatat mengalami inflasi year to date (y-to-d) sebesar 0,19 persen. (Fernando Rumetor)