“Sebagai regulator, Bank Indonesia memandang digitalisasi yang diterapkan dalam ekosistem kepelabuhanan ini akan membawa perubahan dan keuntungan bagi para pelaku di kawasan pelabuhan,” sambungnya.

Lebih lanjut dikatakan Darmawan, Pelabuhan Manado juga dipilih sebagai salah satu pelopor digitalisasi ini karena posisinya yang strategis dalam mendukung perekonomian Sulut. 

“Dengan langkah ini, kami optimis bahwa Pelabuhan Manado akan semakin kompetitif, memberikan pelayanan yang terbaik, dan berkontribusi pada penguatan ekonomi wilayah,” bebernya.

Pihaknya pun mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara PT Pelindo, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam menyukseskan inisiatif ini. 

“Sinergi ini merupakan wujud nyata dari semangat bersama untuk mendorong akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan daerah,” sebut Darmawan. 

Kata dia, Bank Indonesia terus berkomitmen mendukung digitalisasi di berbagai sektor melalui penyediaan kebijakan, infrastruktur, dan edukasi kepada masyarakat.

“Launching yang kita lakukan pada hari ini masih merupakan langkah awal dari elektronifikasi yang lebih luas dan inklusif lagi. Pembayaran non tunai harus dibiasakan dalam segala aspek dan Bank Indonesia akan terus mendukung upaya-upaya tersebut,” kuncinya.

Turut hadir pada launching ini, Kepala KSOP Kelas III Manado Kolonel Marinir Amrul Adriansyah SE, Kepala Dinas Perhubungan Sulut Izak Rey, Kadishub Kota Manado, Jeffry Worang serta beberapa kepala perwakilan perbankan di Manado. (Fernando Rumetor)