BOROKO – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), Rabu (30/7/2025).

Kegiatan yang dipimpin Bupati Bolmut, Dr. Sirajudin Lasena, SE, M.Ec.Dev, dan dihadiri Kepala Perwakilan BI Sulut, Joko Supratikto, perangkat daerah, serta unsur teknis TPID–TP2DD, menjadi ajang penguatan sinergi kebijakan menjaga stabilitas harga sekaligus mempercepat digitalisasi keuangan daerah.

Dalam sambutannya, Bupati menyoroti peran padi sebagai komoditas utama ekonomi Bolmut. Namun, ia mengaku prihatin karena harga beras belum sepenuhnya terjangkau masyarakat.

Untuk menjaga ketahanan pangan, Pemkab Bolmut telah menyalurkan 107 ton beras dari hasil panen 235 hektare lahan di dua desa.

Di sisi lain, digitalisasi daerah menunjukkan progres pesat. Pada 2024, Bolmut meraih status Digital dari Satgas P2DD, dengan seluruh belanja daerah berbasis non-tunai.

Bupati menekankan bahwa arah pembangunan ekonomi tak bisa dilepaskan dari digitalisasi keuangan dan pengendalian inflasi.

“Digitalisasi, bukan sekadar modernisasi sistem, melainkan fondasi krusial dalam membangun tata kelola fiskal yang transparan, efisien, dan mampu mendorong peningkatan penerimaan daerah secara berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Lasena, inflasi yang terkendali adalah kunci kesejahteraan karena terkait langsung dengan daya beli masyarakat.

Ia juga menekankan sinergi TPID–TP2DD dan Satgas Pangan Daerah melalui operasi pasar, distribusi pangan, kerja sama antar daerah, dan penguatan kelembagaan lokal.