Tiga Skenario Harga Emas 2026
Berdasarkan kajian tersebut, Pratikno memetakan tiga skenario utama yang berpotensi memengaruhi pergerakan harga emas sepanjang 2026.
1. A Shallow Slip — Kenaikan Moderat (5%–15%).
Skenario ini berpotensi terjadi apabila perekonomian global melemah secara moderat dan The Fed mulai menurunkan suku bunga lebih cepat dari ekspektasi pasar.
Dalam kondisi tersebut, minat terhadap aset lindung nilai cenderung meningkat secara bertahap, sehingga harga emas berpeluang mencatat kenaikan di kisaran 5 hingga 15 persen.
2. The Doom Loop — Kenaikan Tajam (15%–30%).
Skenario paling agresif ini dapat terwujud apabila dunia menghadapi perlambatan ekonomi yang lebih dalam, disertai meningkatnya ketegangan geopolitik global.
Situasi tersebut umumnya mendorong investor beralih ke aset aman, sementara kebijakan moneter cenderung lebih longgar. Dalam skenario ini, harga emas berpotensi mencatat kenaikan signifikan hingga 30 persen.
3. Reflation Return — Penurunan (5%–20%).
Skenario ini menggambarkan kemungkinan koreksi harga emas apabila pemulihan ekonomi global berlangsung kuat, inflasi terkendali, dan dolar AS menguat.
Kondisi tersebut dapat mendorong kebijakan moneter yang lebih ketat, sehingga tekanan jual terhadap emas berpotensi meningkat di kisaran 5 hingga 20 persen.
Di luar ketiga skenario tersebut, Pratikno juga menilai terdapat peluang harga emas bergerak relatif stabil dalam rentang terbatas, khususnya apabila tidak terjadi guncangan besar pada sektor moneter maupun geopolitik global.


Tinggalkan Balasan