BITUNG – Pemerintah Kota Bitung bersama Bank Indonesia menegaskan komitmen berkelanjutan dalam mendorong percepatan dan perluasan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah.
Komitmen tersebut disampaikan dalam penutupan rangkaian High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota Bitung yang digelar Sabtu (7/2/2026).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara Joko Supratikto menyatakan bahwa penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan Bank Indonesia menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan transformasi digital di daerah.
“Evaluasi Indeks ETPD, hasil Championship TP2DD, serta perkembangan pemanfaatan QRIS menjadi dasar penting dalam merumuskan kebijakan penguatan elektronifikasi transaksi ke depan,” bebernya.
“Sinergi yang kuat diperlukan agar implementasi digitalisasi benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas layanan publik dan pengelolaan keuangan daerah,” ujar Joko.
Menurutnya, transformasi digital tidak hanya menuntut kesiapan sistem, tetapi juga dukungan aktif masyarakat dalam memanfaatkan kanal pembayaran non-tunai, khususnya untuk pembayaran pajak dan retribusi daerah.
Sejalan dengan hal tersebut, Pemerintah Kota Bitung mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif mendukung transformasi digital dengan beralih ke pembayaran non-tunai dalam memenuhi kewajiban pajak dan retribusi daerah.
“Partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam mewujudkan sistem keuangan daerah yang lebih efisien, transparan, dan berkelanjutan. Hal ini sekaligus mendukung percepatan pembangunan Kota Bitung secara berkesinambungan,” tambah Joko.
Melalui komitmen bersama ini, Pemerintah Kota Bitung dan Bank Indonesia berharap ekosistem ekonomi dan keuangan digital di daerah dapat terus tumbuh, sejalan dengan upaya memperkuat tata kelola keuangan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (nando/*)


Tinggalkan Balasan