Damar menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh stakeholder, khususnya nasabah, atas kepercayaan terhadap produk dan layanan Pegadaian.
Hal tersebut menjadi pemicu semangat bagi seluruh Insan Pegadaian untuk bekerja lebih keras dan berkontribusi lebih optimal guna memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.
“Kami menyampaikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder, khususnya nasabah, atas kepercayaan terhadap produk dan layanan Pegadaian,” ungkapnya.
“Hal ini tentu menjadi pemicu semangat bagi seluruh Insan Pegadaian untuk bekerja lebih keras dan berkontribusi lebih optimal, guna memberikan layanan terbaik kepada nasabah dan masyarakat,” kata Damar.
Menurutnya, Pegadaian terus berkomitmen mendukung pertumbuhan perekonomian kerakyatan melalui layanan produk gadai yang inklusif, layanan pinjaman mikro yang memudahkan, serta layanan Bank Emas Pegadaian yang andal.
Dengan layanan produk gadai, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dana cepat tanpa harus kehilangan aset. Dengan layanan pinjaman mikro, masyarakat pelaku UMKM mendapatkan akses modal kerja untuk meningkatkan kapasitas bisnis dan pengembangan usaha.
“Selain itu, dengan adanya Layanan Bank Emas Pegadaian, masyarakat semakin dimudahkan dalam merencanakan, mengelola dan mengoptimalkan portofolio investasi emas, baik secara fisik maupun digital,” bebernya.
Selama tahun 2025, kelolaan ekosistem emas di Pegadaian mencapai 136 ton, yang mencakup portofolio agunan emas produk Gadai dan portofolio layanan Bank Emas Pegadaian.
Hal ini membuktikan bahwa masyarakat semakin aware untuk berinvestasi dalam bentuk emas, serta paham dan bijak dalam mengoptimalkan aset emas yang dimiliki.
“Pegadaian hadir menyambut kepercayaan masyarakat tersebut dengan berbagai produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan,” tutur Damar.
Sementara itu, ketika ditanyakan secara terpisah mengenai harapan dan tantangan Pegadaian di tahun 2026, Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis PT Pegadaian, Ferdian Timur Satyagraha, menyampaikan bahwa kondisi perekonomian yang stabil serta geopolitik global yang kondusif akan menjadi faktor penentu terhadap pencapaian target kinerja tahun 2026.
Namun demikian, Ferdian tetap optimis bahwa melalui penerapan strategi korporasi yang adaptif, penguatan layanan berbasis solusi, kepatuhan terhadap regulasi, serta transformasi budaya perusahaan yang berkelanjutan, Pegadaian akan mampu menjawab tantangan dan terus mewujudkan kinerja yang bertumbuh, bisnis yang berkembang, tata kelola yang sehat, serta layanan operasional yang aman.
Selain itu, Ferdian menambahkan bahwa kinerja Pegadaian ke depan akan didorong dengan strategi peningkatan market share serta optimalisasi layanan digital melalui aplikasi TRING!.


Tinggalkan Balasan