MANADO – Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara terus memperluas digitalisasi ekonomi syariah melalui berbagai program inklusif dalam rangkaian Hijrah Sulut Fest 2026.
Salah satu fokus utama tahun ini adalah penguatan wakaf produktif dan digitalisasi transaksi berbasis QRIS selama bulan Ramadan.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Utara, Joko Supratikto, mengatakan Ramadan menjadi momentum strategis untuk mendorong transaksi digital yang cepat, mudah, murah, aman dan andal, sekaligus memperkuat gerakan sosial berbasis ekonomi syariah.
“Melalui program RAHMAN – Berkah Ramadan QRIS, kami mendorong masyarakat memanfaatkan QRIS dalam bertransaksi,” ujar Joko dalam puncak acara Hijrah Sulut Fest 2026 di Atrium Megamall Manado, Sabtu (28/2/2026).
“Setiap transaksi bukan hanya bagian dari digitalisasi pembayaran, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan berbagi dan penguatan ekonomi umat,” sebut Joko.
Dalam program tersebut, masyarakat yang bertransaksi menggunakan QRIS minimal Rp1.447 berkesempatan mendapatkan voucher makan senilai Rp25.000 yang dapat dibelanjakan di tenant UMKM mitra.
Adapun hasil penjualan dari program ini turut dialokasikan untuk mendukung program wakaf produktif di Sulawesi Utara.
Selain itu, BI Sulut juga menginisiasi program WAFA (Wakaf Digital dan Wakafein) sebagai upaya memperluas partisipasi masyarakat dalam gerakan wakaf produktif. Pembayaran wakaf difasilitasi melalui QRIS, sehingga masyarakat dapat berwakaf secara praktis dan transparan.
“Wakaf yang dikelola secara produktif diharapkan memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan. Ini bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang bagaimana ekonomi umat bisa terus tumbuh dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” jelasnya.
Tak hanya itu, BI Sulut juga menyelenggarakan business matching pembiayaan UMKM yang melibatkan OJK, perbankan, serta lembaga pembiayaan.
Kegiatan ini bertujuan mempertemukan pelaku UMKM dengan lembaga keuangan guna memperluas akses pembiayaan dan mendorong akselerasi pertumbuhan usaha.
Di sisi literasi, BI Sulut secara rutin menggelar edukasi QRIS, Cinta, Bangga dan Paham (CBP) Rupiah, serta ekonomi syariah. Upaya ini dilakukan untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap penggunaan rupiah dan sistem pembayaran non-tunai.
“Edukasi menjadi kunci agar masyarakat tidak hanya menggunakan instrumen keuangan syariah, tetapi juga memahami nilai dan prinsip yang mendasarinya,” kata Joko.
Sebagai bagian dari program hijau, BI Sulut turut menghadirkan HIKMAH (Hijaukan Ramadan Berkah) yang mengajak masyarakat menukar botol plastik dengan voucher belanja produk UMKM. Program ini sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan.
Joko menegaskan, seluruh inisiatif tersebut merupakan bagian dari sinergi BI Sulut bersama pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat ekonomi dan keuangan syariah di Sulawesi Utara.
“Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan, mitra strategis dan masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi. Dengan sinergi yang konsisten, kita optimistis ekonomi dan keuangan syariah di Sulawesi Utara akan semakin berkembang,” pungkasnya. (nando/*)


Tinggalkan Balasan