MANADO – Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terus mendorong penguatan ekonomi dan keuangan syariah melalui gelaran Hijrah Sulut Fest 2026 atau Festival Halal, Inklusif dan Hijau Ramadan Sulawesi Utara.
Kegiatan yang diinisiasi Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Utara bersama Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Sulawesi Utara (KDEKS Sulut) dan Pemprov Sulut ini menandai penguatan kolaborasi pengembangan ekonomi syariah di daerah.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Utara, Joko Supratikto, mengatakan Indonesia memiliki cita-cita besar menjadi pusat ekonomi syariah dunia pada 2029.
Ia mengungkapkan, berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report 2025, Indonesia kini berada di peringkat ketiga dunia, naik dari peringkat keempat pada tahun sebelumnya.
“Capaian tersebut patut kita syukuri. Namun untuk menjadi nomor satu, kita masih perlu memperkuat sektor-sektor unggulan seperti halal food, Islamic finance, serta sektor media dan rekreasi,” ujar Joko dalam sambutannya pada Puncak Acara Hijrah Sulut Fest 2026 di Atrium Megamall Manado, Sabtu (28/2/2026).
Menurut Joko, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dilakukan melalui tiga pilar utama yang dirangkum dalam konsep IKLAS, yakni Industri Halal, Keuangan Syariah, dan Literasi Syariah.
Pada pilar industri halal, BI mendorong penguatan sektor halal food, modest fashion, dan pariwisata ramah muslim.
Sementara pada pilar keuangan syariah, BI fokus pada inovasi serta digitalisasi layanan. Adapun pada pilar literasi syariah, dilakukan melalui edukasi dan sosialisasi berkelanjutan kepada masyarakat.
“Implementasi tiga pilar IKLAS di Sulawesi Utara tercermin dalam Hijrah Sulut Fest. Ini menjadi simbol komitmen bersama untuk menjadikan Ramadan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi syariah yang berdampak luas dan berkelanjutan,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, BI Sulut juga menghadirkan sejumlah program unggulan, antara lain SERUMA (Sertifikasi Halal UMKM), JULEHA (Juru Sembelih Halal), serta RAHMAN (Berkah Ramadan QRIS).
Program-program tersebut ditujukan untuk memperluas akses pembiayaan syariah, meningkatkan literasi ekonomi syariah, sekaligus mendorong digitalisasi transaksi masyarakat.
“Melalui Hijrah Sulut Fest, kami ingin mendorong usaha halal semakin berkembang, akses keuangan syariah semakin luas, serta literasi ekonomi syariah masyarakat semakin meningkat,” bebernya.
“Harapannya, ekonomi Sulawesi Utara bisa tumbuh lebih inklusif dan hijau serta membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat,” kata Joko.
Selain itu, BI Sulut juga menggelar program penukaran uang melalui SERAMBI (Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri). Hingga 26 Februari 2026, tercatat total penukaran uang di Sulut mencapai Rp12,73 miliar dengan jumlah penukar sebanyak 2.963 orang.
Joko menegaskan, seluruh rangkaian kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program nasional pengembangan ekonomi syariah, sekaligus penguatan peran Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Sulawesi Utara.
“Semoga setiap ikhtiar yang kita lakukan menjadi amal jariyah, menghadirkan keberkahan di bulan Ramadan, serta membawa Sulawesi Utara semakin maju, sejahtera dan berkelanjutan,” tutupnya. (nando/*)


Tinggalkan Balasan