MANADO – Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di GMAHK Sumompo Kapleng, Mapanget, Kota Manado, menghadirkan penekanan kuat pada pentingnya peran komunitas keagamaan dan masyarakat dalam menyukseskan program nasional tersebut.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, bersama perwakilan Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Manado serta tokoh jemaat setempat.

Dalam arahannya, Felly menegaskan bahwa keberhasilan Program MBG tidak hanya bergantung pada pemerintah pusat, tetapi juga pada keterlibatan aktif masyarakat di tingkat akar rumput, termasuk komunitas gereja.

Ia menyampaikan bahwa rumah ibadah dapat menjadi pusat edukasi gizi, penyebaran informasi yang benar, serta penguatan kesadaran keluarga tentang pentingnya pemenuhan gizi bagi anak dan ibu hamil.

“Kita sebagai orang tua menjadi fungsi pengawas dan edukasi untuk menjadikan anak-anak kita menjadi anak yang berkualitas,” ungkapnya.

“Mari kita jadikan upaya perbaikan gizi sebagai gerakan bersama untuk mewujudkan Indonesia yang memiliki generasi sehat, cerdas, dan mampu bersaing di kancah global,” ujar Felly.

Menurutnya, tantangan seperti stunting, wasting, dan anemia masih memerlukan perhatian serius dan kolaborasi lintas sektor.

Masyarakat dan tokoh masyarakat dinilai memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran kolektif, mengawal pelaksanaan program, serta memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh keluarga yang membutuhkan.

Selain itu, ia menekankan pentingnya pendekatan berbasis data dan pengawasan yang transparan agar pelaksanaan program berjalan sesuai standar.

DPR RI, lanjutnya, akan terus menjalankan fungsi pengawasan untuk memastikan program gizi nasional terlaksana efektif dan tepat sasaran.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir komitmen bersama antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat untuk menjadikan perbaikan gizi sebagai gerakan bersama demi mencetak generasi yang sehat, kuat, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. (nando/*)