MINUT – Bank Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), serta Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), Selasa (10/3/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin Sekretaris Daerah Minahasa Utara Novly G. Wowiling dan dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara Renold Asri.

Dalam kesempatan tersebut, Renold menekankan pentingnya penguatan ketahanan pangan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga di daerah.

“Pada tahun 2026, Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) bertransformasi menjadi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Strategis (GPIPS) yang difokuskan pada penguatan ketahanan pangan dan sinergi antar daerah yang lebih terintegrasi,” ujar Renold.

Ia menjelaskan, Kabupaten Minahasa Utara perlu meningkatkan produktivitas sektor pertanian dengan memperkuat kelembagaan petani dan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam rantai pasok pangan.

Menurut Renold, kerja sama antar daerah juga menjadi langkah penting dalam menjaga ketersediaan komoditas strategis.

“Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui kerja sama dengan Koperasi Wale Tani Mapalus dan petani unggulan lainnya guna memperkuat pasokan komoditas pangan strategis di Minahasa Utara,” kata Renold.

Pertemuan tersebut juga menekankan pentingnya menjaga ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi yang efektif kepada masyarakat untuk menekan potensi inflasi daerah. (nando/*)