MANADO – Kabupaten Kepulauan Talaud telah menunjukkan capaian yang baik dalam implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).
Kendati demikian, Pemda Kepulauan Talaud masih menghadapi sejumlah tantangan. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kab. Kepl. Talaud, Yohanis Kamagi.
Yohanis menjelaskan beberapa tantangan strategis yang dihadapi, di antaranya banyaknya kendaraan yang memiliki pelat Manado.
“Juga masih minimnya literasi masyarakat terkait pembayaran pajak dan retribusi secara digital, serta perlunya peningkatan implementasi kanal e-commerce untuk pembayaran pajak dan retribusi daerah,” tuturnya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Talaud memiliki program unggulan yaitu Siswa Duta Digital.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan edukasi dan partisipasi masyarakat dalam melakukan pembayaran pajak, retribusi, maupun berbagai transaksi lainnya secara non tunai.
Di sisi lain, Kepala Tim Implementasi Kebijakan dan Pengawasan SP-PUR Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Ircham Andrianto Taufik, menyampaikan dua rekomendasi aksi strategis guna meningkatkan penilaian pada Championship P2DD. Kedua aksi tersebut yakni penyusunan Roadmap ETPD 2026–2030 serta implementasi diagnostic tools.
Dalam paparannya, Ircham menjelaskan bahwa melalui implementasi kedua aksi tersebut, Kabupaten Talaud akan memiliki arah kebijakan serta implementasi program yang lebih jelas.
Hal ini diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih optimal terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta mendorong kemandirian fiskal daerah.
Pada sesi diskusi, Engelbertus menyoroti pentingnya penguatan sinergi antar lembaga serta penggalian potensi peningkatan PAD melalui upaya pengembangan UMKM di Talaud.
Selain itu, koordinasi dan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi, serta bank pengelola Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) juga menjadi topik utama dalam rangka optimalisasi PAD dengan dukungan kualitas monitoring yang baik.
Sementara itu, Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud, Welly Titah berharap seluruh kesepakatan yang dihasilkan dalam High Level Meeting (HLM) dapat dilaksanakan dengan baik.
Dengan demikian, digitalisasi di Kabupaten Kepulauan Talaud diharapkan dapat terwujud dan pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Talaud. (nando/*)


Tinggalkan Balasan