MANADO – Setelah beroperasi selama 17 hari sejak 13 Maret hingga 29 Maret 2026, Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran 2026 di Bandara Sam Ratulangi Manado resmi ditutup pada Senin (30/3/2026).
Penutupan ini ditandai dengan apel gabungan di area lobby keberangkatan yang dihadiri oleh seluruh pemangku kepentingan bandara.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sam Ratulangi, Radityo Ari Purwoko, menyatakan bahwa selama masa operasional posko, tidak ditemukan kejadian khusus yang mengganggu stabilitas penerbangan.
Meski terdapat beberapa keterlambatan (delay) akibat operasional maskapai, seluruh penerbangan tetap dapat diberangkatkan dengan selamat.
”Keberhasilan ini adalah buah dari kolaborasi solid antara Angkasa Pura, TNI/Polri, Otoritas Bandara, BMKG, hingga maskapai,” tuturnya.
“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang memastikan pengawasan dan pelayanan berjalan optimal setiap harinya,” ujar Radityo.
Puncak arus mudik tercatat terjadi pada H-7 (14 Maret) dengan 7.864 penumpang, sementara puncak arus balik terjadi pada H+6 (28 Maret) dengan 7.850 penumpang.
Dengan berakhirnya masa posko, operasional bandara kini kembali berjalan normal dengan komitmen tetap mengutamakan pelayanan prima. (nando/*)


Tinggalkan Balasan