MANADO – Perayaan Paskah Nasional 2026 di kawasan Pohon Kasih, Megamas, Manado, bukan hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga panggung kebersamaan dan pesan perdamaian dari Sulawesi Utara untuk dunia.
Ketua Panitia Recky Langie mengatakan, perayaan yang akan digelar pada Rabu, 8 April 2026 ini dirancang sebagai simbol persatuan di tengah situasi global yang dinilai sedang penuh ketegangan.
“Kami ingin menyampaikan pesan kasih dan perdamaian dari Sulawesi Utara ke seluruh dunia. Seperti firman Tuhan dalam Yohanes 17:21, agar semua menjadi satu,” ungkapnya dalam konferensi pers, Senin (6/4/2026).
Menurut Langie, konsep acara sengaja dirancang inklusif dengan melibatkan seluruh etnis dan berbagai denominasi gereja.
Dirinya bahkan menyebut Sulawesi Utara sebagai “laboratorium kebersamaan” dan “laboratorium toleransi beragama”.
“Mari jadikan momentum ini sebagai wujud nyata kebersamaan. Tidak berlebihan jika Sulawesi Utara menjadi contoh toleransi,” katanya.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga pelaku usaha.
Sejumlah kepala daerah di Sulawesi Utara turut berkontribusi dalam bentuk donasi maupun publikasi melalui baliho, flyer, hingga videotron.
Langie mengaku bersyukur seluruh kebutuhan panitia dapat terpenuhi berkat dukungan tersebut.
“Semua yang kami lakukan ini tidak lain untuk pujian dan kemuliaan nama Tuhan,” tuturnya.
Ia pun mengajak masyarakat dan media untuk turut hadir dan menyemarakkan perayaan tersebut. Harapannya, kegiatan dapat berlangsung dengan lancar dan membawa dampak positif.
“Kami berharap cuaca baik dan semua berjalan lancar. Mari kita sukseskan bersama,” tutupnya. (nando)


Tinggalkan Balasan