Selain penyiagaan personel 24 jam, PLN juga menyiagakan peralatan pendukung seperti Uninterruptible Power Supply (UPS), Unit Gardu Bergerak (UGB), dan genset sebagai cadangan pasokan utama.

“Langkah antisipatif telah kami lakukan mulai dari inspeksi jaringan penyulang, pembersihan ruang bebas di sekitar kabel transmisi, hingga pengecekan beban secara real-time selama acara berlangsung,” tuturnya.

“Kami memastikan seluruh peralatan pendukung berfungsi optimal sehingga jika terjadi gangguan pada jaringan utama, pasokan listrik dapat dialihkan secara otomatis dalam hitungan detik,” terang Revi.

Dukungan penuh dari PLN ini mendapat apresiasi langsung dari pihak panitia pelaksana.

Ketua Komisi Pelayanan Pemuda Sinode GMIM, Rio Dondokambey, menyampaikan terima kasih atas dedikasi petugas PLN yang berjaga di lokasi demi kelancaran acara.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan penuh yang diberikan oleh PLN. Kehadiran listrik yang stabil sangat krusial bagi kesuksesan tata suara, pencahayaan, serta kenyamanan seluruh peserta yang hadir dari berbagai daerah. Dukungan ini membuat kami dapat fokus sepenuhnya pada makna spiritual dari perayaan Paskah ini,” ungkap Rio.

Dengan berakhirnya rangkaian acara ini, PLN terus berkomitmen untuk senantiasa mendukung geliat kegiatan masyarakat dan pembangunan daerah melalui penyediaan energi listrik yang andal, aman, dan berkelanjutan. (nando/*)