MANADO – Menanggapi riuh media sosial terkait baliho Paskah Nasional yang tidak menyertakan foto Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Panitia Paskah Nasional akhirnya memberikan penjelasan resmi.
Hal ini menyusul kritikan yang dilontarkan oleh Hendrik Opo Manosoh yang menilai absennya wajah orang nomor satu di Sulut tersebut sebagai sebuah persoalan simbolik.
Wakil Sekretaris Paskah Nasional, Pdt. Ricky Tafuama, menegaskan bahwa desain baliho tersebut telah sesuai dengan protokol acara berskala nasional.
Menurutnya, tidak disertakannya foto Gubernur maupun para Menteri pendukung bukanlah bentuk pengabaian, melainkan aturan baku dalam publikasi acara kenegaraan.
Pdt. Ricky menjelaskan bahwa dalam struktur publikasi acara nasional, fokus utama biasanya hanya diberikan kepada Kepala Negara dan panitia pelaksana.
”Ini acara Nasional. Para Menteri pendukung acara ini juga tidak disertakan fotonya dalam baliho resmi panitia. Mengapa? Karena dalam acara nasional seperti ini, hanya Presiden dan panitia inti yang ditonjolkan,” ujar Ricky dalam keterangan resminya.
Lebih lanjut, Ricky meluruskan bahwa dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, khususnya Gubernur, tetap terlihat nyata melalui inisiatif publikasi mandiri.
Ia menyebutkan bahwa Gubernur Sulut telah menunjukkan dukungan besar dengan memasang baliho-baliho ucapan selamat datang di berbagai titik strategis.
”Jika Gubernur hendak mendukung, maka seharusnya Gubernur yang membuat baliho tersendiri sebagai bentuk dukungannya terhadap acara ini. Dan saya kira itu sudah dilakukan Gubernur Sulut,” tambahnya.
Ia mencontohkan keberadaan baliho Gubernur di area Bandara yang menyambut kedatangan Pak Hasyim serta para tamu VVIP lainnya.
Waspadai Upaya Adu Domba
Pihak panitia menyayangkan analisa politik yang dilemparkan oleh Opo Manosoh.
Ricky menilai pernyataan tersebut tidak tepat dan justru berpotensi menciptakan gesekan antara pemerintah pusat dan daerah.
”Saya justru khawatir pernyataan dan analisa seperti ini adalah bentuk upaya membentur-benturkan Presiden, Pak Hasyim, dan Gubernur. Ini politik memecah belah persatuan dari pihak yang tidak mendukung acara ini,” tegas Ricky.
Panitia berharap masyarakat tidak terprovokasi oleh isu-isu teknis terkait desain baliho dan tetap fokus pada esensi serta kesuksesan perayaan Paskah Nasional yang membawa pesan perdamaian bagi bangsa. (nando/*)


Tinggalkan Balasan