Dalam sambutannya, Prof. Ali Masykur Musa menyampaikan rasa harunya atas kepedulian para pegawai PLN. “Hari ini saya dapat amanah dari teman-teman PLN yang menyisihkan rezekinya untuk berbagi. Listrik itu adalah berkah yang harus dibagi untuk seluruh umat. Ini adalah komitmen sosial yang menandakan bahwa PLN tidak berdiri sendiri, PLN adalah bagian dari masyarakat dan rakyat,” ungkapnya.
Selaim itu, dirinya juga menambahkan bahwa cahaya listrik ini diharapkan menjadi awal bagi lahirnya generasi hebat dari Tomohon.
“Dengan listrik, anak-anak bisa belajar di malam hari dengan tenang. Tempat ibadah menjadi lebih nyaman, dan aktivitas keagamaan semakin lancar. Dari rumah-rumah yang menyala inilah, kita berharap lahir tokoh-tokoh masyarakat masa depan,” tambah Prof. Ali.
Kehadiran listrik di Gudang BTM Nurul Imam juga menjadi catatan penting dalam aksi sosial kali ini. Sebagai fasilitas yang menyimpan perlengkapan pemakaman, ketersediaan listrik akan sangat membantu operasional sosial keagamaan bagi masyarakat Muslim di Tomohon, terutama saat dibutuhkan di waktu malam.
Manager PLN UP3 Manado, Revi Aldrian, menjelaskan bahwa pemilihan penerima manfaat dilakukan secara selektif agar bantuan tepat sasaran.
“Kami ingin memastikan bahwa listrik ini menjadi pemicu produktivitas. Selain untuk penerangan, kami berharap listrik ini bisa dimanfaatkan untuk membuka peluang usaha rumahan sehingga kemandirian ekonomi keluarga dapat tercapai,” tuturnya.
Rasa haru tak terbendung menyelimuti raut wajah Sehan Masloman, salah satu penerima bantuan. Bertahun-tahun mendambakan listrik sendiri, kini mimpi itu menjadi kenyataan berkat kebaikan hati para pegawai PLN.
“Kami sangat bersyukur dan tidak menyangka akan mendapatkan perhatian sebesar ini. Selama ini kami hanya bermimpi bisa punya meteran listrik sendiri. Terima kasih PLN, sekarang anak-anak saya bisa nyaman dalam belajar. Ini adalah berkah yang sangat luar biasa bagi keluarga kami,” ucap Sehan.
Melalui keberlanjutan program Light Up The Dream, PLN UID Suluttenggo berkomitmen untuk terus menyisir wilayah-wilayah yang membutuhkan bantuan serupa.
PLN meyakini bahwa setiap bohlam yang menyala di rumah warga prasejahtera adalah satu langkah maju menuju Indonesia yang lebih terang, lebih adil, dan lebih sejahtera. (nando/*)


Tinggalkan Balasan