MANADO — Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Utara mencatat adanya penurunan Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, dari 98,0 persen pada Semester I-2025 menjadi 97,75 persen pada Semester II-2025.
Penurunan ini berdampak pada peringkat Bolsel yang turun dari posisi 1 menjadi posisi 6 di antara kabupaten se-Sulawesi dalam Championship TP2DD.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Joko Supratikto, menyampaikan hal tersebut dalam forum High Level Meeting TP2DD Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Rabu (20/5/2026).
“Penurunan nilai IETPD disebabkan penurunan dari aspek realisasi. Untuk memperoleh penilaian maksimal, Sulut perlu meningkatkan proporsi penerimaan dari kanal pembayaran konvensional maupun digital, termasuk QRIS, SMS/Mobile/Internet banking, dan e-commerce,” jelas Joko.
Ia merinci bahwa dari tiga aspek penilaian ETPD, Bolsel berhasil meraih nilai sempurna 100 persen pada aspek implementasi dan aspek lingkungan strategis.
Namun pada aspek realisasi, nilainya baru mencapai 78 persen, turun dibanding semester sebelumnya yang mencapai 80 persen.
“Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan telah mengoptimalkan sinergi bersama perbankan dan Bank RKUD untuk menyediakan seluruh jenis kanal pembayaran pajak dan retribusi daerah,” bebernya.
“Namun ke depan perlu strategi untuk mengajak masyarakat menggunakan pembayaran pajak dan retribusi secara non tunai,” kata Joko.
Terkait Championship P2DD 2026, Joko melaporkan bahwa laporan evaluasi kinerja TP2DD telah disampaikan tepat waktu pada 24 April 2026, dan hasil penilaian akan diumumkan pada Rakornas P2DD di bulan Agustus 2026.
Ia juga mengingatkan seluruh anggota TP2DD untuk bersiap menghadapi survei Indeks ETPD Semester I 2026 yang dijadwalkan berlangsung mulai minggu ke-3 Mei hingga akhir Juni 2026.
“Kami siap melakukan pendampingan terkait pengisian laporan dimaksud,” pungkas Joko. (nando)


Tinggalkan Balasan