MANADO — Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus mendorong pelaku industri perhotelan di Sulawesi Utara untuk menahan laju kenaikan tarif kamar demi menjaga daya saing pariwisata daerah.
Pernyataan itu disampaikannya dalam acara pembukaan Courtyard by Marriott Manado, Senin (8/6/2026).
Yulius mencatat tingkat kebutuhan kamar hotel bintang empat di Sulawesi Utara telah naik signifikan.
“Perhotelan di Sulawesi Utara ini khususnya bintang 4 itu sudah naik di 42,3% juga, kebutuhan perhotelan kamar-kamar,” ujarnya.
Di tengah pertumbuhan tersebut, ia mengimbau agar hotel tidak tergesa-gesa menaikkan tarif.
“Saya ingin kita mau menahan untuk mengantisipasi jangan sampai para wisatawan ini ‘lari’ dari sini,” katanya, merujuk pada kekhawatiran wisatawan yang mulai mengeluhkan kenaikan harga tiket pesawat akibat avtur.
Terkait kehadiran Courtyard by Marriott yang kini bergabung dalam jaringan internasional Marriott, Yulius memberikan apresiasi khusus. Ia menyebut properti ini memiliki keunggulan posisi geografis.
“Di sini tempat yang terdekat, hotel bintang empat yang terdekat dengan bandara,” ucap Yulius.
Lebih lanjut dikatakannya, Sulawesi Utara saat ini memiliki 20 hingga 24 hotel bintang empat, dengan mayoritas berlokasi di Kota Manado.
Yulius berharap seluruh pemangku kepentingan perhotelan dapat bersinergi dengan pemerintah daerah menghadapi tantangan global.
“Kita harus berani menyiapkan diri kita untuk bagaimana bersama-sama kita menghadapi ini dengan tegar supaya ada kondisi yang ke depan itu kembali normal,” tegasnya.
Ia pun mengajak pelaku perhotelan yang tergabung dalam Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Utara untuk bersama-sama menyikapi situasi sebagai tuan rumah yang baik.
“Yakin dan percaya kita perlu mengantisipasi supaya perhotelan di Sulawesi Utara ini semakin maju bersama-sama dengan pemerintah daerah,” pungkas Yulius. (nando/*)


Tinggalkan Balasan