Mendorong Masyarakat yang Lebih Inklusif
Peringatan HBII dan PTI 2026 tidak hanya diisi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan interaksi antara masyarakat Tuli dan masyarakat Dengar.
Dalam rangkaian kegiatan, peserta mengikuti seminar atau pemaparan materi serta menyaksikan sejumlah penampilan yang melibatkan komunitas Tuli dan mahasiswa Tuli.
Penampilan tersebut antara lain drama pendek, lagu “Jangan Menyerah” dalam bahasa isyarat, serta tari yang dibawakan mahasiswa-mahasiswi Tuli Pendidikan Khusus.
Bahasa Isyarat Indonesia atau BISINDO memiliki peran penting bagi komunitas Tuli, bukan hanya sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai bagian dari identitas dan budaya Tuli.
Peningkatan pemahaman masyarakat terhadap bahasa isyarat menjadi salah satu langkah untuk menciptakan akses komunikasi dan informasi yang lebih setara.
Bahasa Isyarat Indonesia atau BISINDO memiliki peran penting bagi komunitas Tuli, bukan hanya sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai bagian dari identitas dan budaya Tuli.
Peningkatan pemahaman masyarakat terhadap bahasa isyarat menjadi salah satu langkah untuk menciptakan akses komunikasi dan informasi yang lebih setara.
Melalui dukungan terhadap kegiatan tersebut, Pegadaian Kanwil V Manado mengambil bagian dalam membangun ruang kolaborasi yang menghargai keberagaman serta mendorong partisipasi masyarakat Tuli dalam kehidupan sosial, pendidikan, budaya, dan kemasyarakatan.
Kegiatan HBII dan PTI 2026 di Sulawesi Utara diharapkan turut memperkuat pemahaman masyarakat bahwa identitas, budaya, bahasa isyarat, dan hak orang Tuli merupakan bagian dari keberagaman serta hak asasi manusia. (nando/*)

