Kedua, ATM Emas menawarkan pengalaman transaksi yang lebih cepat karena nasabah dapat mengubah saldo emas digital menjadi emas fisik tanpa perlu melalui proses pengambilan secara konvensional.
Dengan demikian, transaksi diharapkan menjadi lebih praktis sekaligus memberikan kenyamanan bagi nasabah.
“Jadi tidak perlu lagi takut-takut untuk mengambil emas jika akan datang ke Pegadaian,” katanya.
Keunggulan berikutnya berkaitan dengan jaminan kualitas dan legalitas produk. Emas batangan yang tersedia di ATM Emas merupakan produk Galeri 24 yang telah tersertifikasi.
Hal ini menjadi bagian dari upaya Pegadaian dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan investasi emas yang ditawarkan.
Selain itu, ATM Emas diharapkan dapat mendorong perkembangan investasi bullion di tengah masyarakat.
Melalui kemudahan akses terhadap emas fisik, Pegadaian ingin meningkatkan pemahaman masyarakat agar investasi emas tidak hanya menjadi sarana menyimpan aset, tetapi juga bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang.
Maksum menambahkan, kehadiran ATM Emas di Manado tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat Kota Manado, tetapi juga dapat dimanfaatkan nasabah dari berbagai daerah di Sulawesi Utara.
Fasilitas ini diharapkan turut menjangkau masyarakat di wilayah layanan Pegadaian lainnya, termasuk Gorontalo, Maluku, hingga Papua.
“Ke depan, ATM ini akan dihadirkan di outlet Pegadaian di kota-kota wilayah layanan kami,” katanya.
Melalui perluasan jaringan ATM Emas, Pegadaian berupaya meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperluas inklusi keuangan, khususnya dalam akses investasi emas di wilayah Sulawesi Utara dan kawasan sekitarnya.
Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari transformasi layanan Pegadaian untuk menghadirkan transaksi emas yang semakin mudah, cepat, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. (nando/*)
