TOMOHON – Ruang isolasi saat ini menjadi momok bagi semua orang. Setiap pasien yang terkonfirmasi positif wajib menjadi penghuni bilik ini. Tidak bisa mendapat kunjungan, orang lain yang bisa masuk selain pasien hanyalah petugas dengan pakaian bak astronot. Bisa dibayangkan, bagaimana sulitnya bagi pasien yang harus menjalani isolasi selama 30 hari.

Satu cara unik yang menjadi hiburan eks pasien Covid-19 asal Kota Tomohon yang telah diizinkan pulang Rabu (10/6/2020). “Karena diizinkan bawa handphone (Hp), menghibur diri kadang bermain TikTok mengobati kebosanan, aktivitas kebanyakan tidak  jauh-jauh juga dari Hp, kalau bosan dengar radio supaya imun tubuh tetap terjaga pikiran juga musti sehat. Artinya, seperti orang-orang bilang ingat saja yang sanang-senang, tidak perlu dipikirkan tentang stigma yang ada di luar sana. Juga dengan tetap olahraga ringan-ringan seperti senam yang bikin pikiran dengan badan sehat,” ungkap pasien sembuh berinisialJW saat diwawancarai KORAN SINDO MANADO/SINDOMANADO.COM, Kamis(11/6/2020) sore.

Keseruan pasien positif Korona di Tomohon saat menjalani perawatan ditemani petugas medis di ruang isolasi (FOTO: Istimewa)

Wanita yang keseharian bekerja di salah satu fasilitas kesehatan di Tomohon ini mengakui, dukungan dari banyak pihak, doa maupun pesan-pesan semangat terus mengalir sejak hari pertama dirinya dinyatakan positif. “Doa dan dukungan semangat tiada henti baik dari keluarga, teman dan kenalan, paling berperan secara langsung juga yang saya rasakan yakni para perawat ruang isolasi yang the best. Mulai dari hal paling kecil mereka perhatian, tidak bosan-bosan tiap hari memberi semangat,” terang perempuan yang akhir bulan Juli nanti berusia 35 tahun.

Berbicara soal keluarga, dirinya mengakui pastinya berat saat awal menyampaikan bahwa sudah terkonfirmasi positif. “Dengan berdoa, meminta petunjuk Tuhan sehingga diberikan kekuatan untuk diberikan jalan agar keluarga di rumah tidak shock. Saat menjalani isolasi, sesering mungkin juga berkomunikasi dengan keluarga terlebih menjelaskan keadaan setiap hari, agar keluarga bisa tenang dan juga bisa sama-sama kuat menghadapi cerita-cerita orang apalagi sempat berkembang kabar yang tidak mengenakan,” lanjut ibu dua orang anak ini.

Wanita berzodiak Leo ini berpesan untuk masyarakat bahwa penyakit yang bernama latin SARS-Cov-2 ini sebenarnya bukanlah aib dan bisa sembuh. “Selama kita mengikuti anjuran pemerintah dan saran medis selama perawatan, selama kita pakai masker jaga jarak dan rajin cuci tangan, yakin torang samua aman. Maka dari itu tidak perlu terlalu memberikan stigma negatif ke saudara, tetangga atau siapapun yang terkena virus ini,  melainkan mari torang baku kase semangat dan baku bantu guna memutus penyebaran virus Covid 19 ini,” tukasnya sembari menambahkan seusai menjalani karantina mandiri akan kembali bekerja seperti semula.

Sementara itu, melalui pihak Rumah Sakit Gunung Maria (RSGM) Tomohon mengakui dengan adanya pasien sembuh ini menambah semangat para pejuang kemanusiaan yang bertugas. “Kebetulan pasien sembuh ini juga bagian dari keluarga besar rumah sakit kami, kami jga berpesan agar tidak perlu bersedih atau berkecil hati karena Covid -19 ini merupakan penyakit self limiting asalkan imunitas kita kuat, untuk mencapai itu perlu makanan bergizi, hilangkan stress dan jangan menyerah,” pesan Direktur RSGM, dr Frankly Palendeng.

Dia juga berpesan bagi para petugas yang bergantian menangani pasien di ruang isolasi untuk tetap semangat melayani, tidak perlu menghiraukan cerita negatif dari luar. “Taat dengan sumpah profesi karena ini adalah misi kemanusiaan, jangan terserah,” tukasnya. (Wailan Montong)