MANADO- Mulai minggu ini, Gugus Tugas b
Percepatan Penanganan Covid-19 di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), maupun Gugus Tugas Covid-19 yang ada di kabupaten/kota telah mulai melakukan tes swab massal. Tes massal pertama pun diawali di lingkungan Kantor Gubernur Sulut.

Kebijakan ini dilakukan sejalan dengan stategi penanganan virus korona terkini, yakni termuat dalam revisi kelima Pedoman Pencegahan Pengendalian Covid-19 di Indonesia yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

“Setiap daerah dengan kondisi transmisi Covid-19 adalah transmisi komunitas, atau adanya cluster kasus diharuskan untuk melaksanakan pemeriksaan swab massal dilokasi-lokasi terjadinya kerumunan orang,” beber Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sulut, dr Steaven Dandel, lewat rilis yang diterima wartawan SINDOMANADO.COM, Rabu (5/8/2020).

Adapun, lokasi-lokasi yang mesti dilakukan swab massal seperti pusat perbelanjaan/mal, pasar tradisional, terminal, perkantoran, asrama, sekolah berasrama, Lembaga Pemasyarakatan (LP), Panti Asuhan, hingga Panti Jompo.

“Target swab yang akan dikumpulkan di Sulut adalah sebanyak 2.600 swab per minggu, atau satu swab per 1.000 populasi per minggu,” ungkap Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Sulut itu.

Pandemi Covid-19 yang melanda Provinsi
Sulawesi Utara (Sulut) membuat banyak warga Sulut terkena penyakit ini. Sedikitnya 2.794  orang terjangkit Covid-19 di Provinsi paling utara Pulau Sulawesi ini.

Namun, kendati banyak yang terjangkit karenanya, patut disyukuri bahwa jumlah kasus yang telah sembuh di Bumi Nyiur Melambai telah melampaui angka 50% kasus, lebih tepatnya mencapai 52,1%. Hal ini didapat
setelah jumlah kasus virus korona yang telah dinyatakan sembuh mencapai 1.457 Kasus.

“Angka kematian (Case Fatality Rate) sebesar 4,8%,” ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulut, dr Steaven Dandel, dalam siaran pers yang diterima wartawan.

Adapun, total keseluruhan sampel swab dari apusan pada nasofaring atau teknik usap pada hidung dalam, telah mencapai 24.643 sampel. Sampel ini kemudian dilakukan pemeriksaan PCR maupun TCM di beberapa Laboratorium yang ada di Sulut maupun luar Sulut.

“24.156 Sampel telah keluar hasilnya, 19.457 negatif dan 4.250 positif. 4.250 hasil positif itu adalah gabungan swab positif dari pasien baru dan follow up,” beber Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Sulut itu.

Sementara itu, dari keseluruhan 24.642 sampel yang telah diambil, 348 diantaranya dinyatakan inkonklusive dan 97 sampel dinyatakan Invalid. “Lalu 487 sampel masih menunggu hasil,” tukas Dandel.

Sekadar diketahui, hingga data terakhir pada Rabu (5/8/2020) dari jumlah total 2.794 kasus Covid-19 di Sulut, 1.457 orang diantaranya telah dinyatakan sembuh, 135 orang meninggal, serta 1.202 orang dalam pemantauan dan perawatan. (Fernando Rumetor)