MANADO – Program Langit Biru yang dijalankan Pertamina bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) di Kota Manado lewat program Pertalite yang dijual seharga Premium ternyata cukup diminati masyarakat.

Buktinya dari data Pertamina Regional Sulawesi, konsumsi premium di Kota Tinutuan mengalami penurunan jika dibandingkan sebelum adanya promo ini. Pertalite harga premium bisa dinikmati kendaraan bermotor, bajaj atau motor roda tiga, angkutan kota (angkot), dan taksi resmi yang mengenakan pelat kuning.

Di sisi lain, kebijakan ini disayangkan oleh sopir taksi online roda empat. Pasalnya, masa-masa sulit dampak dari pandemi Covid-19 ini cukup memberatkan. “Kami berharap bisa turut merasakan kebijakan Pertalite harga Premium. Karena kondisi sekarang ini sangat memberatkan. Kami harus mengisi Pertalite dengan harga normal, sementara pendapatan tidak seberapa. Kami harusnya memiliki hak yang sama dengan mobil-mobil pelat kuning dan motor untuk bisa menikmati Pertalite harga Premium,” ungkap Christian Philips Luntungan, kemarin.

Dia juga mengatakan, untuk membedakan mana mobil taksi online dan tidak, petugas SPBU bisa meminta sopir untuk memperlihatkan aplikasi dan KTP atau SIM. “Semoga pemerintah dan pihak Pertamina bisa mempertimbangkan hal ini,” ujarnya.

Sementara, terkait menurunnya penggunaan Premium di Kota Manado dibenarkan Senior Supervisor Communication & Relation Pertamina Regional Sulawesi, Taufiq Kurniawan.

“(Konsumsi) Premium khusus di Kota Manado, data terakhir hanya tinggal sekira 10%. Ini mengalami penurunan, sebab sebelumnya biasanya penggunaan Premium itu kurang lebih 39%,” ujarnya saat dihubungi wartawan KORAN SINDO MANADO.

Kendati demikian, memang dari analisis Pertamina, kata Taufiq, penggunaan bahan bakar yang lebih berkualitas dan ramah lingkungan seperti Pertalite, Pertamax, hingga Pertamax Turbo di Kota Manado sudah bagus.

“Karena rata-rata masyarakat Manado sudah memakai Pertalite, Pertamax, bahkan Pertamax Turbo. Artinya kesadaran masyarakat menggunakan bahan bakar yang lebih berkualitas dan ramah lingkungan sudah tinggi,” terang Taufiq.

Akan tetapi ada fenomena menarik yang ditemui kala program Pertalite harga Premium ini dijalankan. Dimana penggunaan dan konsumsi Pertamax di masyarakat justru meningkat secara umum di Sulut, yakni menyentuh angka 23% dibandingkan jenis bahan bakar lainnya.

“Padahal Pertamax biasanya di keseluruhan Sulawesi Utara itu hanya sekira belasan persen. Kemudian diikuti Pertalite di angka 41%, Pertamax Turbo sekira 1% dan Premium di angka 30%,” ungkapnya seraya menambahkan bahwa diharapkan kedepannya penggunaan Premium se-Sulut juga bisa mengalami penurunan.

Adapun, kata dia, promo Pertalite harga Premium ini diberikan oleh Pertamina kepada masyarakat yang memang betul-betul berhak, dan secara tidak langsung masyarakat luas pun bisa lebih merasakan manfaat dari penggunaan bahan bakar yang lebih berkualitas ini.

“Harga khusus ini diberikan sebenarnya kepada mereka yang berhak mendapatkan subsidi. Seperti angkutan kota (Angkot), pengemudi ojek online, kendaraan roda dua lainnya, lalu taksi pelat kuning, serta kendaraan roda tiga seperti bentor,” pungkas Taufiq.

Ia pun berharap agar setiap elemen masyarakat, mulai dari pemangku kepentingan dan pengambil kebijakan hingga masyarakat umum bisa ikut mensukseskan program Langit Biru lewat promo Pertalite harga Premium, yang mana Pertalite dijual seharga Rp6.450 per liter.

“Karena kita termasuk tujuh negara di dunia yang masih menggunakan bahan bakar yang memiliki nilai RON 88 yakni Premium. Padahal Indonesia yang Produk Domestik Bruto (PDB)-nya paling tinggi jauh, dimana negara lain itu tergolong negara miskin, tetapi kita PDB-nya sudah tinggi namun masih menggunakan bahan bakar kualitas rendah seperti Premium,” pungkasnya.

Penggunaan bahan bakar berkualitas pun penting untuk didukung, karena secara langsung juga akan berdampak pada peningkatan kualitas udara yang lebih bersih di Kota Manado. “Kedepannya kita akan terus evaluasi, dalam artian sampai kapan periode program ini masih terus kita evaluasi dan kita pantau,” kuncinya.

Sekadar diketahui, program Pertalite harga Premium berlaku di 15 SPBU yang ada di Manado yakni SPBU 7495108 Sario, 7495119 Paal Dua, 7495118 Boulevard, 7495211 Politeknik, 7395107 Kairagi Weru, 7495505 Wanea, 7495101 Teling.

Lalu ada juga di SPBU 7495105 Dendengan, 7495201 Sindulang, 7495213 Kombos, 7495104 Tikala, 7495109 Winangun, 7495102 Malalayang, 7495202 GPI Adipura, serta 7395106 Ringroad Paal IV. (fernando Rumetor/redaksi)