MANADO – Penyebaran pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) terus terjadi di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Terlebih dengan adanya transmisi varian baru Omicron.
Hal itu dinilai Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Arbonas Hutabarat, dapat berpotensi menahan laju pemulihan ekonomi daerah Bumi Nyiur Melambai.
“Ditengah melonjaknya kasus aktif Covid-19 yang diakibatkan oleh transmisi varian baru berpotensi menahan percepatan pemulihan kinerja perekonomian daerah,” ungkap Arbonas dalam keterangan resminya, Selasa (8/2/2022).
Oleh karena itu, lebih lanjut dikatakan Arbonas, percepatan pelaksanaan vaksinasi booster di Sulut menjadi kunci dalam mempercepat pemulihan perekonomian daerah.
“Konsumsi pemerintah yang masih berperan penting dalam perekonomian daerah diharapkan dapat dipercepat realisasinya, baik dari sisi belanja barang maupun belanja modal. Hal ini penting mengingat efek multiplier konsumsi pemerintah pada perekonomian,” bebernya.
Selain itu, kata Arbonas, percepatan adaptasi pada ekonomi digital perlu ditingkatkan untuk tetap menjaga momentum pemulihan perekonomian meski masih dibayangi risiko pandemi virus korona.
“Untuk menyikapi tantangan tersebut, Bank Indonesia akan tetap memperkuat koordinasi kebijakan bersama pemerintah daerah dengan memberi dukungan sistem pembayaran non-tunai serta mendorong pemanfaatan digitalisasi dalam kegiatan ekonomi di Sulut,” tuturnya.
Sebagai langkah konkrit, ungkapnya, Kantor Perwakilan BI Sulut juga akan kembali melaksanakan event Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI)
“Dan mensosialisasikan hasil kajian Komoditas/Produk/Jenis Usaha (KPJU) Unggulan Sulawesi Utara untuk mendorong roda perekonomian tetap tumbuh dengan aman di tengah kondisi pandemi,” kuncinya.(Fernando Rumetor)


Tinggalkan Balasan