MANADO- Balai Besar POM di Manado berkomitmen untuk mewujudkan WBK/WBBM melalui Reformasi Birokrasi, khususnya dalam hal pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Area perubahan zona integritas terdiri dari 6 Pokja (Kelompok Kerja), yaitu Manajemen Perubahan, Penataan Tatalaksana, Penataan Sistem Manajemen SDM, Penguatan Akuntabilitas, Penguatan Pengawasan, serta Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik.
Dalam mewujudkan Reformasi Birokrasi, keenam area tersebut harus menciptakan berbagai inovasi. Inovasi tidak harus berupa aplikasi atau media online, dapat pula suatu kegiatan yang dapat menjangkau seluruh kalangan masyarakat. Inovasi harus disesuaikan dengan kondisi lingkungan unit kerja dan mengangkat wisdom local dari unit kerja tersebut.
Enam Area Perubahan Zona Integritas Balai Besar POM di Manado telah merumuskan 21 inovasi. Pada Area Manajemen Perubahan merumuskan inovasi NONGKI DENG NONI (Ngobrol Diskusi dengan PTT Non Teknis dan Frontliner), Ruang TerPIKKIR, Ta Pe RB (Kita Punya Pemikiran Tentang Reformasi Birokrasi), SETOR RB (Semangat Torang yel-yel Reformasi Birokrasi), Sabua Perubahan, dan Podcast Bacarita Santai (Ngobrol Santai Bersama Balai Besar Pom di Manado).
Area Penataan Tatalaksana merumuskan Inovasi Pindai BBPOM Manado (Pintu Dokumentasi dan Informasi BBPOM di Manado), MIDAL (Monitoring Administrasi Pelayanan Internal), Simpel Sampel (sistem pelayanan digital pengujian sampel eksternal berbasis online) sebagai sarana dalam pemberian pelayanan publik pengujian sampel pafa laboratorium BBPoM di Manado yang lebih memberikan kemudahan akses dan efisien bagi konsumen maupun internal serta jaminan akuntabilitas produk layanan berbasis QR Code, dan KEPO BBPOM Manado (Kumpulan Dokumentasi Prosedur BBPOM Manado).
Area Penaatan Sistem Manajemen SDM merumuskan inovasi DISIMAK (Disiplin Masuk Kantor), inovasi Pegawai Terbaik Triwulan dan inovasi Taliat (Taat Disiplin dan Aturan). Area Penguatan Akuntabilitas merumuskan inovasi GIMIK (Integrasi Monitoring Keuangan) dan DIKI Mo Lapor (Dialog Kinerja Melalui Monitor Pelaporan Kinerja).
Area Penguatan Pengawasan merumuskan inovasi SIAP MO TANGKA (Sosialisasi Aplikasi Mo Tangka), kegiatan sosialisasi Aplikasi Mo Tangka yang digunakan untuk melakukan pelaporan gratifikiasi, pengaduan masyarakat, benturan kepentingan, dan Whistle Blowing System serta survey petugas yang melaksanakan pemeriksaan sarana. Inovasi TARSIUS (Pencatatan Resiko untuk Solusi), inovasi berupa pencatatan resiko/masalah yang terjadi pada setiap kelompok, untuk dilakukan analisis dan ditentukan tingkatannya guna menetapkan mitigasi, sehingga dapat mewujudkan tujuan yang akan digapai. Inovasi Secara Adat (Sistem Pencatatan dan Pelaporan Atasi Masalah dan Tegakkan Aturan), kegiatan membuat perjanjian tertulis diawal tahun bahwa pegawai tidak akan menerima gratifikasi dan siap memberikan akses kepada masyarakat.
Kemudian pada Area Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik merumuskan inovasi Ta Pe UMKM, inovasi Ta Pe UMKM bertujuan untuk mempermudah para pelaku usaha untuk mendapatkan informasi sekaligus pendampingan untuk pengurusan izin usaha. Inovasi Pawang Waseng (Pendampingan Minyak Tawaang Warisan Nenek Moyang), Inovasi ini merupakan kerjasama antara BBPOM di Manado dengan BUMN Kimia Farma, untuk mempermudah pelaku usaha dalam memperoleh informasi dan pendampingan hingga memperoleh izin edar, khusus produk wisdom local Provinsi Sulawesi Utara, yakni Minyak Tawaang. Inovasi Gebyar Keamanan Obat dan Makanan oleh 1.000 Tokoh Agama, merupakan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Keamanan Obat dan Makanan oleh 1.000 Tokoh Agama di 15 Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Utara.
Balai Besar POM di Manado berharap dengan melakukan berbagai terobosan dan inovasi dalam enam area perubahan dapat memberikan pelayanan yang lebih cepat, murah, dan mudah dijangkau, serta meningkatnya indeks kepuasan masyarakat. (Redaksi)


Tinggalkan Balasan