MANADO – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mencatat pada bulan Mei 2022, Kota Manado mengalami inflasi sebesar 0,18% jika dibandingkan dengan April 2022.

Kepala BPS Sulut, Asim Saputra mengatakan bahwa inflasi ini terjadi karena adanya peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 109,97 di April 2022 menjadi 110,17 pada Mei 2022.

“Kota Manado menempati urutan ke-10 inflasi di Pulau Sulawesi dan urutan ke-81 secara nasional,” kata Asim dalam rilis Berita Resmi Statistik, Kamis (2/6/2022).

Lebih lanjut dikatakannya, dari sebelas kelompok pengeluaran di Kota Manado, delapan kelompok pengeluaran mengalami peningkatan indeks.

Yaitu kelompok transportasi sebesar 0,51%, kelompok kesehatan sebesar 0,37%, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,37%.

“Kemudian kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,35%, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,28%, kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,25%,” bebernya.

Selanjutnya ada kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,04% dan kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,01%.

Adapun, kata Asim, satu kelompok mengalami penurunan indeks yaitu kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,17%, sedangkan sisa dua kelompok lainnya, yaitu kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan dan kelompok pendidikan cenderung stagnan.

“Kondisi bulan Mei 2022 Kota Manado mengalami inflasi secara tahun kalender sebesar 1,48 persen dan inflasi “year on year” sebesar 2,68 persen,” ungkap Asim dalam BRS.

Di sisi lain, ungkapnya, penyumbang Inflasi terbesar pada bulan Mei 2022 yaitu bawang merah sebesar 0,1234 persen, sedangkan penyumbang deflasi terbesar adalah cabai rawit sebesar 0,1847 persen.(Fernando Rumetor)