TAHUNA – Festival Tulude 2026 tak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana penguatan ekonomi daerah dan literasi keuangan masyarakat Kepulauan Sangihe.

Hal ini terlihat dari keterlibatan aktif Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Utara dalam rangkaian HUT ke-601 Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Sebagai mitra strategis pemerintah daerah, Bank Indonesia menghadirkan berbagai program edukasi kebanksentralan yang dikemas secara kreatif dan partisipatif.

Salah satunya melalui kampanye Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah yang diintegrasikan ke dalam beragam lomba dan kegiatan masyarakat selama Festival Tulude.

Kepala Perwakilan BI Sulut, Joko Supratikto, mengatakan bahwa pendekatan berbasis budaya lokal dinilai efektif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pentingnya Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.

“Kami menegaskan komitmen Bank Indonesia untuk terus mengampanyekan edukasi CBP Rupiah melalui pendekatan yang kreatif, menyenangkan, dan partisipatif, dengan fokus utama menyasar para siswa agar lebih paham dan cinta Rupiah sejak dini,” ujar Joko.

Selain edukasi Rupiah, Bank Indonesia juga mendorong perluasan transaksi digital melalui pemberian insentif QRIS kepada 1.000 pengunjung pameran dan bazar UMKM.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan pengalaman masyarakat dalam bertransaksi non-tunai sekaligus mendukung pengembangan UMKM lokal.

Tak hanya itu, Bank Indonesia juga mendukung pelaksanaan High Level Meeting TPID–TP2DD sebagai forum strategis penguatan pengendalian inflasi daerah dan percepatan digitalisasi transaksi pemerintah.

Sinergi antara Bank Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe dalam Festival Tulude 2026 ini mencerminkan komitmen bersama untuk menjadikan budaya sebagai penggerak ekonomi, sekaligus memperkuat transformasi digital dan stabilitas ekonomi di wilayah kepulauan dan perbatasan Sulawesi Utara. (nando/*)