MANADO – Bank Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyelenggarakan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Tahun 2026 secara hybrid, Kamis (12/2).
Kegiatan ini dihadiri secara luring oleh TP2DD se-Kalimantan di Balikpapan dan secara daring oleh TP2DD se-Sulawesi, Maluku, Papua, Bali dan Nusa Tenggara.
Rakorwil dibuka oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, serta dihadiri Asisten Deputi Kemenko Perekonomian sekaligus Kepala Tim Sekretariat Satgas P2DD, Puji Gunawan, dan Direktur Eksekutif Departemen Regional Bank Indonesia, M. Firdauz Muttaqin.
Dalam paparannya mengenai Evaluasi Kinerja TP2DD (Championships) Tahun 2026, Puji Gunawan menegaskan kembali arahan Presiden Republik Indonesia pada Rakornas P2DD 2025.
Ia menekankan bahwa kebijakan harus berfokus pada pelayanan cepat yang berdampak langsung kepada masyarakat serta mendorong kemandirian daerah dalam menciptakan pemerintahan yang bersih dan adil.
Selain itu, arahan Menko Perekonomian pada Rakornas 2025 juga kembali ditegaskan, antara lain pentingnya perluasan kanal digital seperti QRIS dan Kartu Kredit Indonesia (KKI), perluasan sinyal di wilayah 3T.
Kemudian penguatan layanan digital Bank Pembangunan Daerah (BPD), integrasi sistem informasi pengelolaan keuangan daerah, hingga kolaborasi dengan berbagai platform digital.
Melalui Rakorwil ini, pemerintah pusat dan daerah didorong untuk memperkuat sinergi agar digitalisasi transaksi pemerintah daerah benar-benar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan penerimaan daerah dan kualitas layanan publik di tahun 2026. (nando/*)


Tinggalkan Balasan