MANADO – Persiapan pelaksanaan Paskah Nasional 2026 Gereja-Gereja di Sulawesi Utara terus dimatangkan menjelang pelaksanaan pada Rabu (8/4/2026 di Pohon Kasih, Kawasan Megamas Manado.
Ketua Panitia, Recky Langie, menegaskan bahwa penerapan standar operasional prosedur (SOP) menjadi bagian penting dalam kelancaran ibadah yang diperkirakan akan dihadiri puluhan ribu jemaat.
Menurutnya, sejumlah aturan yang diterapkan, termasuk pengaturan akses dan pemeriksaan, bukan untuk membatasi jemaat, melainkan bagian dari proses ibadah itu sendiri.
“Anggaplah itu sebagai suatu prosesi ibadah. Jangan sampai hanya karena hal kecil seperti pemeriksaan tas, sukacita menjadi hilang. Ini bagian dari pembelajaran kita bersama,” ujar Langie dalam konferensi pers, Senin (6/4/2026).
Panitia juga menyiapkan pengaturan khusus bagi tamu VIP dan VVIP, termasuk utusan khusus Presiden serta pimpinan gereja dari berbagai daerah.
Jalur masuk akan dibagi menjadi gate umum dan gate VIP guna memastikan kelancaran arus jemaat.
Selain itu, media juga mendapatkan perhatian khusus dengan disiapkannya area peliputan yang berada dekat panggung utama agar memudahkan akses peliputan.
Langie menegaskan bahwa sistem prioritas yang diterapkan bukan bentuk diskriminasi, melainkan bagian dari manajemen acara berskala besar.
“Prioritas itu bagian dari kelancaran. Kalau kita memahami koridor dan aturan, maka seluruh rangkaian ibadah bisa berjalan lebih tertib dan nyaman,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh jemaat untuk memahami dan mendukung aturan yang telah disiapkan demi kesuksesan Paskah Nasional 2026 di Manado. (nando)


Tinggalkan Balasan