MANADO — Sulawesi Utara tidak sekadar mengutus wakilnya untuk mengisi barisan Paskibraka dalam peringatan HUT Kemerdekaan RI di Istana Negara. Bahkan, dalam berbagai kesempatan, putra-putri terbaik asal Bumi Nyiur Melambai ini kerap mengemban posisi strategis, mulai dari memimpin pasukan upacara, membawa baki Bendera Pusaka, hingga menampilkan atraksi seni budaya di tingkat nasional.
Tongkat Komando Upacara di Tangan Putra Sulut
Pada peringatan HUT ke-81 RI tahun 2026 ini, nama Kombes Pol Jerrold Hendra Yosef Kumontoy kembali mengharumkan nama Sulawesi Utara. Perwira menengah Polri ini sukses mengemban amanah sebagai Komandan Upacara Penurunan Bendera di Istana Negara. Posisi vital tersebut menuntut Jerrold mengendalikan penuh seluruh pergerakan pasukan dan menjaga kelancaran tata upacara kenegaraan.
Penunjukan Jerrold sekaligus melanjutkan catatan gemilang yang pernah diukir oleh putra Manado lainnya, Kolonel Inf Christ Reinhard Pusung. Perwira TNI tersebut memimpin Upacara Penurunan Bendera pada peringatan HUT ke-75 RI tahun 2020 lalu. Menariknya, Christ mengawali kariernya sebagai pembentang bendera pada upacara tingkat kota di Stadion Klabat Manado pada 1992, sebelum akhirnya berhasil menembus panggung utama di Istana Merdeka.
Kepercayaan Mengawal Bendera Pusaka
Selain posisi komandan upacara, perwakilan Sulawesi Utara juga berulang kali merebut posisi kunci di jajaran Paskibraka nasional. Sebagai contoh, Juana Gita Medinnas Janis asal Tahuna sukses menjalankan tugas pembawa baki Bendera Pusaka pada upacara pengibaran HUT ke-69 RI tahun 2014. Selanjutnya, Bianca Alessia Christabella Lantang dari Tomohon meneruskan prestasi tersebut dengan mengemban tugas serupa pada HUT ke-80 RI tahun 2025. Bianca menjawab kerinduan warga Sulut yang selama lebih kurang sepuluh tahun tidak pernah menyaksikan keterwakilan Sulut menjadi pembawa baki di Istana Negara.
Tidak berhenti di situ, perwakilan Sulut turut mengisi posisi penting dalam formasi inti Paskibraka. Franklin Ch. Nantingkaseh memimpin Pasukan 17 sebagai Komandan Kelompok pada upacara penurunan bendera 2014. Kemudian pada 2023, Nathaniel Shawn Edgar Sondakh mengambil peran langsung sebagai pembentang Bendera Pusaka saat pengibaran pagi.
Unsur Seni dan Budaya Minahasa di Panggung Kenegaraan
Di sisi lain, kontribusi Sulawesi Utara di tingkat nasional juga merambah ke kancah seni dan budaya. Pada peringatan HUT ke-80 RI tahun 2025 lalu, tim kesenian Sulut menampilkan tarian perang tradisional Minahasa, Kabasaran, di hadapan tamu negara. Gerakan yang tegas serta karakter busana yang khas sukses mengenalkan kekayaan budaya lokal ke panggung nasional.
Sementara pada perayaan HUT ke-81 RI tahun 2026, lima pemuda Sulut berhasil menembus seleksi ketat kelompok paduan suara dan orkestra nasional Gita Bahana Nusantara (GBN). Mereka menyumbangkan suara dan talenta musiknya untuk menyemarakkan rangkaian perayaan kemerdekaan di Istana.
Lima perwakilan Sulut di Gita Bahana Nusantara (GBN) 2026 untuk HUT ke-81 RI adalah :
- Excelsis Deo Lukow (Kakas, Minahasa) — Choir Tenor
- Christo Widjajanto (Manado) — Choir Bass
- Dhea Aesthetica Christina Daud (Manado) — Choir Sopran
- Angelina Syalomita Tuwo (Manado) — Orkestra Violin
- Imanuel Riedel Lengkong (Minahasa Tenggara) — Choir Tenor
Kelima talenta muda ini tampil dalam Paduan Suara dan Orkestra GBN 2026 di rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, termasuk puncak acara di Istana Negara pada 17 Agustus 2026. Deo Lukow, pemuda asal Kakas, sempat menjadi sorotan karena terpilih sebagai salah satu Soli dalam Konser Kemerdekaan GBN 2026 pada 11 Agustus lalu.
Tugas berat sebagai komandan upacara, pembawa baki, tim inti Paskibraka, hingga penampil seni membutuhkan ketepatan gerak dan ketenangan mental yang tinggi. Oleh karena itu, deretan prestasi ini menegaskan bahwa Sulawesi Utara tidak hanya hadir sebagai peserta pelengkap. Semoga ke depannya, akan lebih banyak lagi putra dan putri daerah bersinar dan berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional. (red)

