MANADO – Jumlah anak muda yang besar merupakan peluang bagi masa depan bangsa. Namun, peluang tersebut membutuhkan persiapan agar generasi muda memiliki arah hidup, kemampuan, dan kesempatan untuk berkontribusi.
Persoalan ini menjadi perhatian dalam Seminar Tentara Pelajar yang diselenggarakan Asosiasi Pendeta Indonesia (API) bekerja sama dengan Yayasan Manggala Patriot Bangsa (MPB), Jumat, 9 Oktober 2026.
Mengangkat tema “From Too Good to Be True, to Impossible Is Nothing”, seminar ini membawa semangat membangun harapan sekaligus mendorong langkah nyata untuk memulihkan masa depan generasi muda.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Dr. Victor J. Mailangkay, S.H., M.H., serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sulawesi Utara, Johnny A. A. Suak, S.E., M.Si.
Turut hadir para pemimpin gereja dari Asosiasi Pendeta Indonesia, kepala SMA dan SMK dari berbagai wilayah di Sulawesi Utara, serta generasi muda yang mengikuti rangkaian kegiatan.
Seminar mengangkat pentingnya memikul persoalan demografi secara bersama-sama. Besarnya jumlah penduduk usia produktif perlu disertai kesiapan pendidikan, keterampilan, dan karakter agar dapat menjadi kekuatan bagi pembangunan daerah dan bangsa.
Pembahasan juga menyoroti kondisi anak muda yang belum bekerja, belum melanjutkan pendidikan, dan belum mengikuti pelatihan. Persoalan tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak untuk membuka jalan menuju kehidupan yang lebih mandiri dan produktif.
Melalui seminar ini, pemerintah, gereja, sekolah, dan masyarakat diajak membangun pemahaman bersama serta mencari solusi.
Kedekatan gereja dan sekolah dengan generasi muda menjadi modal penting untuk mengenali potensi, memberikan pendampingan, dan membantu mereka menentukan langkah berikutnya.
Selain membahas tantangan demografi, seminar menghadirkan materi “Tujuan Hidup” dan “The Best Version of Me” bagi generasi muda.
Peserta diajak mengenali potensi diri, memahami tujuan yang ingin dicapai, serta membangun kebiasaan dan disiplin yang mendukung masa depan mereka.
Materi tersebut juga mendorong anak muda mengambil tanggung jawab atas pilihan hidup dan terus mengembangkan kemampuan.
Tema “From Too Good to Be True, to Impossible Is Nothing” menjadi pengingat bahwa harapan besar perlu diikuti persiapan dan tindakan.
Masa depan yang semula terasa sulit dijangkau dapat diperjuangkan melalui kemauan belajar, ketekunan, serta dukungan lingkungan.
Dengan semangat “Membangun Generasi, Memulihkan Masa Depan”, API dan MPB berharap kegiatan ini dapat memperkuat kerja sama dalam mendampingi generasi muda mengubah potensi menjadi kontribusi bagi keluarga, masyarakat, daerah, dan bangsa.
Seminar Tentara Pelajar menjadi ajakan untuk melanjutkan pembahasan menjadi langkah nyata dan berkelanjutan, agar semakin banyak anak muda memiliki arah hidup serta kesempatan untuk membangun masa depannya. (nando/*)
