Mengenal Program Tentara Pelajar, Membina Pemuda Sulut Sebelum Melangkah ke Dunia Kerja
MANADO – Jumlah anak muda yang besar membuka peluang bagi daerah, tetapi tidak semua anak muda memiliki arah yang jelas. Karena itu, Yayasan Manggala Patriot Bangsa (MPB) menginisiasi program Tentara Pelajar bagi pemuda Sulawesi Utara.
Asosiasi Pendeta Indonesia (API) bersama Yayasan MPB menyelenggarakan Seminar Tentara Pelajar pada Jumat, 9 Oktober 2026. Seminar ini mengusung tema “From Too Good to Be True, to Impossible Is Nothing”.
Menjawab Persoalan Demografi
Indonesia sedang berada dalam masa bonus demografi, dan potensi tersebut perlu jalur yang tepat. Di Sulawesi Utara, masih ada anak muda yang belum bekerja, belum melanjutkan pendidikan, atau belum mengikuti pelatihan. Tantangan mereka tidak hanya akses pekerjaan, tetapi juga mentalitas, karakter, disiplin, tanggung jawab, dan daya juang.
Karena itu, Tentara Pelajar hadir sebagai ruang pembinaan yang mengubah cara berpikir anak muda. Program ini mendorong mereka berani belajar, berproses, berkolaborasi, dan bertindak, bukan lagi ragu-ragu.
Oleh karena itu, program ini mengajak pemerintah, gereja, sekolah, dan masyarakat memikul persoalan tersebut bersama-sama. Gereja dan sekolah dekat dengan generasi muda, sehingga keduanya dapat mengenali potensi dan mendampingi langkah mereka.
Sasaran dan Tujuan
Program ini menyasar anak muda Sulut berusia sekitar 20 sampai 29 tahun. Mereka telah menyelesaikan pendidikan, tetapi belum memiliki pekerjaan tetap. Pada angkatan pertama, program ini menargetkan 100 peserta dari Sulawesi Utara.
Program ini bertujuan membentuk anak muda yang berkarakter, disiplin, bertanggung jawab, dan mandiri. Selain itu, program ini mengembangkan keterampilan dan kesiapan kerja, serta membangun loyalitas dan komitmen. Program ini juga mendorong peserta memberi dampak bagi keluarga, masyarakat, dan daerah.
Dua Tahap Pembinaan
Program Tentara Pelajar berjalan dalam dua tahap. Pada Tahap I, Yayasan MPB membina peserta selama sekitar 12 minggu atau tiga bulan. Pembinaan ini mengikuti alur Identity, Value, Purpose, Growth, dan Impact. Selain itu, peserta mengerjakan tugas mingguan untuk melatih karakter, konsistensi, disiplin, dan pengembangan diri.
Pada Tahap II, peserta mengikuti pelatihan teknis dan bahasa di Malang. Lama pelatihan ini sekitar empat sampai enam bulan, atau menyesuaikan jalur negara tujuan. Setelah itu, mitra menjalankan seleksi lanjutan, job matching, dan proses penempatan sesuai prosedur mereka.
Jalur awal yang disiapkan mencakup Hong Kong, Taiwan, Singapura, Malaysia, dan Jepang. Namun, program ini memetakan peserta menurut potensi dan eligibility, bukan menjanjikan negara tertentu sejak awal.
Prinsip yang Ditegaskan
Program ini menegaskan bahwa pembinaan mendahului penempatan. Selain itu, kelulusan dari Yayasan MPB tidak menjamin kelulusan LPK, job matching, visa, penempatan, atau keberangkatan. Pihak yang berwenang menjalankan fungsi penempatan sesuai ketentuan yang berlaku.
Materi Seminar
Pada tahap sosialisasi, panitia menghadirkan dua materi dasar, yaitu “Tujuan Hidup” dan “The Best Version of Me”. Melalui materi tersebut, peserta mengenali potensi diri, memahami tujuan hidup, dan membangun kebiasaan serta disiplin. Selain itu, peserta belajar mengambil tanggung jawab atas pilihan hidup dan terus mengembangkan kemampuan.
Didukung Pemerintah dan Gereja
Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Dr. Victor J. Mailangkay, S.H., M.H., hadir dalam seminar ini. Selain itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sulawesi Utara, Johnny A. A. Suak, S.E., M.Si., turut hadir. Para pemimpin gereja anggota API, kepala SMA dan SMK dari berbagai wilayah Sulut, serta generasi muda juga mengikuti kegiatan.
Langkah Berikutnya
Seminar ini menjadi tahap awal pengenalan program. Yayasan MPB akan menyampaikan informasi tahap berikutnya melalui kanal resmi. Jika anda berminat, dapat menghubungi PIC Whitney di 081284559993.
Dengan semangat “Membangun Generasi, Memulihkan Masa Depan”, API dan MPB berharap program ini memperkuat pendampingan anak muda. Dengan demikian, anak muda dapat mengubah potensi menjadi kontribusi bagi keluarga, masyarakat, daerah, dan bangsa. Pada akhirnya, seminar ini mengajak semua pihak melanjutkan pembahasan menjadi langkah nyata dan berkelanjutan. (nando/*)
