Ruthy Ajak Perempuan Sulut Kurangi Sampah Plastik

oleh -
Ketua Bhayangkari Sulut, Ruthy Bambang Waskito (kanan) bersama Direktur Operasional KORAN SINDO MANADO, Gladys Runtukahu (kiri). Ruthy menjadi pembicara utama dalam event Women Afternoon Tea
Ketua Bhayangkari Sulut, Ruthy Bambang Waskito (kanan) bersama Direktur Operasional KORAN SINDO MANADO, Gladys Runtukahu (kiri). Ruthy menjadi pembicara utama dalam event Women Afternoon Tea.

MANADO– Ketua Bhayangkari Sulawesi Utara (Sulut), Ruthy Bambang Waskito mengajak kaum perempuan menjaga lingkungan dan mengurangi sampah plastik. “Sampah plastik tidak hanya menganggu lingkungan tapi juga pariwisata,” jelas Ruthy saat menjadi pembicara utama dalam event Woman Afternoon Tea KORAN SINDO MANADO di Lion Hotel and Plaza Manado, Jumat (21/4). Menurut dia, jika sampah telah mengotori pesisir pantai hingga bawah laut, dapat berdampak pada kunjungan wisatawan akan berkurang. “Kalau destinasi wisata kotor dengan sampah, siapa lagi yang akan berkunjung ke Sulut?” tuturnya.

Kata Ruthy, sampah plastik dalam 10 tahun terakhir sudah sangat membahayakan. Di lingkungan sendiri, sampah plastik tersebut akan bermuara di laut. Hal ini, menurut dia, akan membahayakan ekosistem laut yang merupakan salah satu magnet pariwisata di Sulut. “Sampah-sampah itu kalau sudah ke laut, dia dapat membahayakan ikan-ikan di sana begitu juga dengan karang,” ujarnya. Dikatakannya sumpah plastik rumah tangga tidak hanya diproduksi masyarakat yang ada di sekitaran pantai, akan tetapi sampah dari penduduk yang tinggal di dataran tinggi. “Saya mengajak kita untuk mengurangi sampah plastik. Ayo mulai dari diri sendiri. Saya percaya apa yang kita gaungkan dan lakukan sekarang akan berdampak besar di kemudian hari” paparnya. Menurut perempuan yang hobi fotografi ini, di Bhayangkari Sulut, pihaknya terus mengkampanyekan penggunaan
shopping bag dan tumbler.

Sementara itu, Direktur Operasional KORAN SINDO MANADO, Gladys Runtukahu mengatakan, Women Afternoon Tea adalah ajang berkumpul kaum perempuan untuk berbagi ilmu hingga mencari solusi terkait masalah kekinian utamanya yang berkaitan dengan perempuan. “Ini adalah forum berkumpul para perempuan untuk sharing berbagi ilmu dan pengalaman juga untuk mencari solusi bersama,” jelasnya. Menariknya, sebagai salah satu program unggulan KORAN SINDO MANADO, Women Afternoon Tea akan digelar setiap bulan dengan mengangkat isu yang berbeda. “Ini adalah event bulanan, dan setiap bulan kami akan mengangkat topik-topik menarik yang sangat perlu untuk dibicarakan,” ujarnya. Adapun, kegiatan ini turut disponsori oleh JNE Manado, Miracle Aesthetic Clinic, Lion Hotel and Plaza Manado dan Lenso Manado. (stenly sajow/cr)