Perkuat Bisnis UMKM, Realisasi KUR di Sulut Sentuh Rp373 Miliar

oleh -
KUR perlu disosialisasikan pada masyarakat utamanya pelaku UMKM. Tampak Asisten Deputi Asuransi Penjaminan dan Pasar Modal Kementerian Koperasi dan UKM RI Willem Pasaribu saat memaparkan pentingnya KUR bagi bisnis UMKM
KUR perlu disosialisasikan pada masyarakat utamanya pelaku UMKM. Tampak Asisten Deputi Asuransi Penjaminan dan Pasar Modal Kementerian Koperasi dan UKM RI Willem Pasaribu saat memaparkan pentingnya KUR bagi bisnis UMKM.

MANADO—Penyerapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Sulawesi Utara (Sulut) dipandang membaik. Pasalnya hingga  April 2018, jumlah penyerapan KUR telah mencapai Rp373 miliar.

“Minat pelaku usaha mikro kecil dan menegah (UMKM) di Sulut mendapatkan modal kerja melalui KUR cukup baik, nyatanya dari Januari hingga 30 April ini, sudah menyentuh Rp373,95 miliar,” jelas Asisten Deputi Asuransi Penjaminan dan Pasar Modal Kementerian Koperasi dan UKM RI  Willem Pasaribu, di Swissbell Manado Hotel, Kamis, 24 Mei 2018

Menurut dia, dana tersebut disalurkan oleh lima perbankan penyaluran KUR di Sulut. Antara lain, BRI, BNI, Bank Mandiri, BRI Syariah dan Bank Arta Graha.

Dikatakannya, dari jumlah kredit tersebut di serap sekira 12.511 debitur yang tersebar di 15 kabupaten/kota di Sulut.

Sedangkan secara nasional pada periode yang sama, jumlah penyerapan sudah sekira Rp45 triliun dari target Tahun 2018 sekira Rp120 triliun.

 

Hanya saja, kata dia, pemerintah bersama perbankan mesti intens mengkampanyekan manfaat KUR bagi UMKM. Sebab dia menilai, banyak pelaku UMKM yang belum mendapatkan akses KUR. Bahkan ada pelaku usaha yang merasa sulit untuk mendapatkan KUR. “Maksud kita bagaimana supaya KUR itu bisa disosialisasikan, supaya penyaluran KUR semakin meluas di Sulut,” paparnya

 

Karena itu, pihaknya bekerjasama dengan pemerintah daerah, perbankan dan penjamin untuk memberikan masukan pada pelaku usaha, utamanya bagi yang masih merasa berat untuk mengakses KUR. “Kita kerjasama dengan pemerintah kita ajak perbankan penyalur serta lembaga penjamin, supaya UMKM betul-betul mendapat informasi yang lengkap tetang mekanisme KUR,” jelasnya.

 

Tak hanya itu, mitra kerja tersebut juga mesti mensosialisasikan kemudahan KUR yang disediakan pemerintah, diantaranya bunga kredit yang terjangkau. “Dulu itu bunganya 22%  per tahun, tahun lalu tinggal 9%, tahun ini turun lagi tinggal 7%. Ini adalah kebijakan pemerintah yang sangat membantu UMKM,” paparnya.

 

Sementara itu, Kepala Bidang Deputi Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM, Mohammad Hasyim menjelaskan pelaku usaha mesti memanfaatkan kemudahan KUR yang ditawarkan pemerintah. Pasalnya tahun ini pemerintah pusat menyiapkan Rp120 triliun untuk membantu UMKM. “KUR itu ada tiga jenis. Ada KUR mikro pinjamannya hingga Rp25 juta. KUR kecil hingga Rp500 juta. Dan KUR TKI Rp25 juta,” ujarnya. (stn)