TP-PKK Manado Genjot Program Deteksi Dini dan Pencegahan Kanker Leher Rahim

oleh -
Foto bersama pengurus TP-PKK Kota Manado dan para narasumber dalam kegiatan di Aula Kantor Camat Wanea, Jumat (25/5).

Foto bersama pengurus TP-PKK Kota Manado dan para narasumber dalam kegiatan di Aula Kantor Camat Wanea, Jumat (25/5).

MANADO — Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Manado menggelar gerakan deteksi dini dan pencegahan kanker leher rahim (serviks) melalui pemeriksaan IVA Test (Inpseksi Visual dengan Asam Asetat) di Aula Kantor Camat Wanea, Jumat (25/5). Dalam kegiatan yang melibatkan perempuan dari Kecamatan Wanea, TP-PKK menggandeng dinas kesehatan, dinas pengendalian penduduk dan KB serta perwakilan dari BPJS.

Wakil Ketua TP-PKK Kota Manado Imelda Bastiaan-Markus mengatakan, ini merupakan program rutin yang dilaksanakan di 11 kecamatan. “Sejak 2016, partisipasi serta kesadaran perempuan untuk mengikuti IVA Test terus meningkat. Lewat sosialisasi yang intens kami laksanakan, ditargetkan setiap tahun di masing-masing kecamatan, ada 100 perempuan yang mengikuti IVA Test,” ujar Imelda.

Sementara itu, Wali Kota Vicky Lumentut melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Micler Lakat mengapresiasi program TP-PKK. Menurut dia, program yang dilaksanakan ini berkaitan erat dan saling mendukung dengan sejumlah program pemerintah kota di bidang kesehatan. “Menciptakan masyarakat yang sehat dan cerdas menjadi salam satu visi Pak Wali Kota dan Wakil Wali Kota dan ini juga ternyata terkandung dalam program-program yang dilaksanakan TP-PKK. Namun, menjadi pekerjaan rumah ke depan, masih ada puluhan ribu perempuan di Kecamatan Wanea yang harus mengikuti gerakan deteksi dini dan pencegahan kanker leher rahim melalui IVA Test,” tukas Micler.

Ketua Pokja IV, TP-PKK Kota Manado dr Marini Tandirerung-Kapojos mengungkapkan, pihaknya tak henti mengedukasi dan monitoring perempuan usia subur di Kota Manado. “Berbagai sosialisasi dilakukan serta mengimbau para perempuan usia produktif untuk tidak takut melakukan IVA test,” kata dr Marini.

Lanjut dia, sesuai data nasional perempuan usia produktif rentan kena kanker serviks. Dan serviks merupakan penyakit pembunuh nomor dua di dunia. “Sehingga diperlukan peran semua stakeholder masyarakat untuk membebaskan perempuan di Sulut dan Indonesia dari serviks. Saat ini, mendeteksi serviks sangat mudah yakni lewat IVA test dan tindakan pengobatan lewat cryotheraphy,” paparnya.

Ketua TP-PKK Kecamatan Wanea Livi Karundeng-Tangkelangi menyatakan, pihaknya akan terus melaksanakan sosialisasi di masyarakat agar lebih banyak perempuan di Kecamatan Wanea yang mengikuti IVA test. “Kali ini, ada puluhan perempuan yang datang mengikuti pemeriksaan IVA test. Semoga ke depan, lebih banyak lagi yang berpartisipasi,” harapnya.

Livi menambahkan, selain pemeriksaan IVA test, kegiatan PKK kemarin, juga ada pelayanan pemasangan KB dan vasektomi secara gratis serta berbagai pemeriksaan kesehatan yang dilakukan para dokter.

Camat Wanea Mario Karundeng berjanji, pihak kecamatan akan mensuport penuh gerakan dini dan pencegahan kanker serviks. “Program ini sangat layak mendapatkan support penuh pemerintah karena berupaya menciptakan masyarakat yang sehat dan produktif,” pungkas Karundeng.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB dr Nora Lumentut, perwakilan BPJS, pengurus TP-PKK Kota Manado, para lurah serta sejumlah masyarakat Kecamatan Wanea. (get)