8 Juli, Warga Minsel Rayakan Pengucapan Syukur

oleh -28 Dilihat
Jelang pengucapan syukur, pasar tradisional sudah ramai. Tampak salah satu pasar tradisional di Minsel. (Foto:Istimewa)
Jelang pengucapan syukur, pasar tradisional sudah ramai. Tampak salah satu pasar tradisional di Minsel. (Foto:Istimewa)

AMURANG— Minahasa Selatan (Minsel) akan merayakan pengucapan syukur pada 8 Juli mendatang. Lazimnya, setiap perayaan pengucapan syukur di Minsel, warga dari kabupaten/kota lain di Sulawesi Utara (Sulut) akan kumpul dan bersukacita bersama.  Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu melalui Kepala Bagian (Kabag) Hubungan Masyarakat (Humas) dan Protokol Minsel, Henri Palit mengatakan, sudah ada surat keputusan bupati terkait perayaan pengucapan syukur. “Hari pengucapan syukur adalah sebagai wujud syukur dan ungkapan terima kasih atas anugerah dan berkat Tuhan. Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu sudah mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 377 tentang penetapan hari pengucapan syukur Kabupaten Minsel pada Minggu kedua bulan Juli, tepatnya tanggal 8 Juli 2018,” ujarnya Senin (2/7).

Lanjut dia, perayaan tersebut merupakan bagian penting dari wujud keberimanan umat, juga sebagai tanda syukur atas berkat Tuhan dalam kehidupan umat-Nya di tanah Minsel, yang tidak terpisahkan dalam pelaksanaan tugas pemerintahan dan kemasyarakatan. Bupati meminta para camat, hukum tua, lurah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh masyarakat Minsel agar melaksanakan pengucapan syukur dengan penuh hikmat dan menyenangkan hati Tuhan. “Pengucapan syukur harus dilaksanakan dengan penuh kesederhanaan, tanpa terkesan pesta pora, tidak menyediakan minuman beralkohol. Kepada pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan, harus mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kerukunan, keamanan dan ketertiban wilayah masing-masing. Serta bekerjasama dengan aparat terkait jaga keamanan,” terang Palit.

Sebelumnya, tambah dia, sudah ada pemufakatan dalam pertemuan tokoh-tokoh agama dan organisasi/LSM mitra kerja pemerintah daerah. Maka dipandang perlu menetapkan perayaan hari pengucapan syukur sesuai tahun gerejawi. “Pengucapan syukur ini melibatkan seluruh umat beragama, masyarakat Minsel dan pemerintah. Sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan yang Mahakuasa atas berkat yang diberikan dan wujud keberimanan makhluk ciptaan Tuhan,” tuturnya. Selain itu, pengucapan syukur untuk mempererat persaudaraan, menciptakan hubungan yang harmonis dan dinamis serta mengedepankan toleransi antarumat beragama sebagai bagian dari visi dan misi Bupati Christiany Eugenia Paruntu dan Wakil Bupati Franky Donny Wongkar. (jesika tambajong/cr)