Sementara, Michael Umbas Direktur Film Sam Ratulangi mengatakan pihaknya juga bersyukur rencana pembuatan film ini mendapatkan suport penuh dari masyarakat.
Kata dia, film yang rencana dibuat ini nantinya akan menceritakan siapa sebenarnya Sam Ratulangi.
“Film akan menceritakan siapa dan peran Sam Ratulangi untuk indonesia, bagaimana dirinya berada sekolah di belanda hingga kehidupannya menjelang hari kemerdekaan,” ucapnya.
Menurut Umbas, film ini nantinya akan menceritakan bagaimana perjuangan Sam Ratulangi yang gigih mendapatkan pendidikan di negeri kincir angin.
“Menarik di sini bukan masalah perjuangan tentang menggunakan senjata sebelum kemerdekan Indonesia, tapi soal perjuangan dengan menggunakan pendidikan,” terangnya.
Inisiator dan juga selaku produser film Sam Ratulangi, Muhamad Yamim didampingi Ody Mulya Hidayat, menjelaskan bahwa Sam Ratulangi merupakan salah satu tokoh yang sangat disegani dan dihormati. Sehingga sudah waktunya untuk menghidupkan kembali ketokohan salah satu putra terbaik tanah Nyiur Melambai di nasional bahkan internasional saat itu.
“Melalui film kita akan mengenang kembali Sam Ratulangi bagaimana masa perjuangannya. Masyarakat Sulut sangat beruntung dahulu selain jawa, Sulut yang pertama dapat pendidikan, Sam Ratulangi salah satu contohnya,” beber mereka.
Yamin menambahkan, sebagaimana falsafah GSSJ Ratulangi yang mengatakan “Orang belum menjadi manusia sebelum memanusiakan manusia”. Lewat falsafah ini ada pesan yang mendalam tersirat dalam film Sam Ratulangi yang menjadi pegangan hidup generasi muda di akan datang
“Ini yang nantinya ini akan terus dikenang bagi para pencinta film Sam Ratulangi. Optimis ini bisa terselesaikan dengan baik, skrip sementara ditulis serius, namun dapat diterima kaum milenial. Banyak mengandung makna pendidikan untuk mendidik,” bebernya.


Tinggalkan Balasan