MANADO-Tidak lama lagi salah satu tokoh nasional kebanggaan Sulawesi Utara (Sulut) yakni Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi (GSSJ Ratulangi) yang biasa disebut Sam Ratulangi akan dibuatkan film.

Pembuatan film tersebut dalam upaya mengangkat kembali nama Pahlawan Nasional Sam Ratulangi yang dikenal sebagai tokoh multidimesional yang memiliki falsafah Sitou Timou Tomou Tou, yang berperan penting pada masa sebelum Indonesia merdeka.

Dalam konferensi pers bersama yang dilaksanakan di Cafe What Up Kawasan Mega Mas yang menghadirkan Radian Ratulangie Sugandi dikenal cucu dari Sam Ratulangi, Michael Umbas selaku direktur, Ody Mulya hidayat produser Eksekutif MAX Picture, Imran Hasibuan sebagai penulis dan inisiator bersama dengan Muhamad Yamin terungkap tentang persiapan pembuatan film Sam Ratulangi yang rencananya akan dirilis pada pertengahan tahun mendatang.

Radian Ratulangi Sugandi dalam konferensi pers bersama tersebut mengatakan sangat bersyukur atas rencana pembuatan film tentang Sam Ratulangi. Kata dia, suatu kehormatan bagi dirinya bersama dengan keluarga besar yang sangat merespon rencana pembuatan film ini

“Kami setuju, bahkan dukungan penuh dari keluarga. Terima kasih kepada tim penggagas yang mau membuat film Sam Ratulangi. Pesan dari ibu saya, agar bisa memberikan yang terbaik, yang utama film ini agar ada daya tertarik dan bisa diterima oleh semua kalangan masyarakat,” ungkap Radian, Senin, 1/10/2018.

Sementara, Michael Umbas Direktur Film Sam Ratulangi mengatakan pihaknya juga bersyukur rencana pembuatan film ini mendapatkan suport penuh dari masyarakat.

Kata dia, film yang rencana dibuat ini nantinya akan menceritakan siapa sebenarnya Sam Ratulangi.

“Film akan menceritakan siapa dan peran Sam Ratulangi untuk indonesia, bagaimana dirinya berada sekolah di belanda hingga kehidupannya menjelang hari kemerdekaan,” ucapnya.

Menurut Umbas, film ini nantinya akan menceritakan bagaimana perjuangan Sam Ratulangi yang gigih mendapatkan pendidikan di negeri kincir angin.

“Menarik di sini bukan masalah perjuangan tentang menggunakan senjata sebelum kemerdekan Indonesia, tapi soal perjuangan dengan menggunakan pendidikan,” terangnya.

Inisiator dan juga selaku produser film Sam Ratulangi, Muhamad Yamim didampingi Ody Mulya Hidayat, menjelaskan bahwa Sam Ratulangi merupakan salah satu tokoh yang sangat disegani dan dihormati. Sehingga sudah waktunya untuk menghidupkan kembali ketokohan salah satu putra terbaik tanah Nyiur Melambai di nasional bahkan internasional saat itu.

“Melalui film kita akan mengenang kembali Sam Ratulangi bagaimana masa perjuangannya. Masyarakat Sulut sangat beruntung dahulu selain jawa, Sulut yang pertama dapat pendidikan, Sam Ratulangi salah satu contohnya,” beber mereka.

Yamin menambahkan, sebagaimana falsafah GSSJ Ratulangi yang mengatakan “Orang belum menjadi manusia sebelum memanusiakan manusia”. Lewat falsafah ini ada pesan yang mendalam tersirat dalam film Sam Ratulangi yang menjadi  pegangan hidup generasi muda di akan datang

“Ini yang nantinya ini akan terus dikenang bagi para pencinta film Sam Ratulangi. Optimis ini bisa terselesaikan dengan baik, skrip sementara ditulis serius, namun dapat diterima kaum milenial. Banyak mengandung makna pendidikan untuk mendidik,” bebernya.

Ody Mulyana Hidayat selaku produser eksekutif mengatakan, baginya film Sam Ratulangi sangat tertantang.

“Saya melihat saat ini cerita pahlawan banyak yang diangkat. Kenapa Sam Ratulangi tidak diangkat. ini perpaduan edukasi dan entertain. penulis ke arah milenial, ini yang menarik,” sebutnya.

Pihaknya pun meminta bantuan semua pihak agar dapat menyempurnakan film tersebut.

“Perlu data supaya pesan yang disampaikan lewat film dapat ditonjolkan. Contohnya dengan ilmunya dapat melawan penjajahan bukan melawan dengan senjata api,” ucapnya.

Konferensi pers rencana pembuatan film Sam Ratulangi mendapatkan respon positif dari semua elemen masyarakat.

Seperti diungkapkan oleh tokoh masyarakat Adolf Sinolungan. Dia mengatakan dengan menyebutkan nama Sam Ratulangi tersirat makna teladan. Dia pun berharap rencana pembuatan film tersebut lebih menonjolkan ide pendidikan yang harus jadi teladan.

“Kita tau bersama Sam Ratulangi yang pertama kali yang menyatakan ide nama indonesia di masa penjajahan Belanda. Dia tidak takut pada masa tersebut,” ucapnya.

Bahkan kata Sinolungan, Presiden  Soekarno memberikan kesaksian bahwa Sam Ratulangi adalah salah satu pendiri bangsa indonesia. “Sikap Sam Ratulangi ini kalau bisa dapat ditonjolkan dalam film tersebut. Banyak referensi yang diangkat, seperti kenapa dia pilih istri pertamanya berasal dari Belanda. Tentunya ini menarik supaya dia dibawa ke Belanda dan mendapatkan pendidikan, serta cerita mengenai Gubernur pertama sulawesi,” tandasnya. (fernando kembuan)