MANADO-Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementrian Kesehatan (Kemenkes) bersama Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Provinsi Sulut menggelar workshop Penguatan Binwil Pelaksanaan PIS-PK, Kamis (4/10/2018).

Kepala Dinkesda Sulut, dr Debie Kalalo menjelaskan, penguatan program PIS-PK (Program Indonesia Sehat Melalui Pendekatan Keluarga) merupakan program prioritas dari Kemenkes.

Hal ini seiring dengan agenda prioritas yang tertuang dalam Nawa Cita Presiden Jokowi, di mana pada Nawa Cita ke lima, yakni meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia dengan Indonesia Pintar, Indonesia Sehat, Indonesia Kerja dan Indonesia Sejahtera,” kata Kalalo, Jumat (5/10/2018).

Lanjut dia, program sehat ini selanjutnya menjadi program utama pembangunan kesehatan yang kemudian direncanakan pencapaiannya melalui Renstra Kemenkes Tahun 2015-2019.

Sasarannya yakni meningkatkan derajat kesehatan dan status gizi masyarakat melalui upaya kesehatan dan pemberdayaan masyarakat, yang didukung dengan perlindungan finansial dan pemerataan pelayanan kesehatan,” tukasnya.

Pelaksanaan PIS-PK telah dilaksanakan secara optimal sejak 2017. Provinsi Sulut sendiri dimulai dengan 42 lokus PIS-PK di 15 kabupaten dan kota. Sedangkan untuk 2018 berjumlah 41 lokus.

Kondisi pendataan hingga 30 September 2018, jumlah total KK di Sulut adalah 630.028, sedangkan yang sudah dilakukan pendataan dan penginputan sebanyak 100.804 atau 16%. Memang ada selisih cukup signifikan antara data manual dengan data yang diinput dalam aplikasi dikarenakan hambatan faktor jaringan internet yang belum stabil,” tuturnya.

Dia berharap, workshop yang digelar ini diharapkan dapat terus mengoptimalkan pelaksanaan PIS-PK. Tentunya juga, bidang pelayanan kesehatan sebagai leading sector program PIS-PK tidak dapat berdiri sendiri, karena jelas setiap indikator yang ada merupakan indikator program di bidang lainnya.

Oleh sebab itu, PIS-PK merupakan kegiatan lintas program dan lintas sektoral,” tandasnya.

Hadir dalam workshop tersebut dan ikut memberikan pemaparannya yakni Dirjen Kesmas dr Kirana Pritasari, Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Riskiyana Sukandhi Putra, serta para peserta dari instansi terkait lainnya. (ivo)