Dia menjelaskan, literasi media adalah kemampuan untuk memahami, menganalisis, dan mendekonstruksi pencitraan media. Kemampuan untuk melakukan hal ini ditujukan agar pemirsa sebagai konsumen media termasuk anak-anak menjadi sadar tentang cara media dikonstruksi, dibuat dan diakses.

“Maraknya penyebaran hoaks di media sosial memberikan efek negatif di bidang ekonomi, politik hingga keamanan yang bisa memberikan kerugian bagi daerah. Karena hoaks kita bisa kehilangan investor dan jika itu terjadi merupakan kerugian besar bagi Manado dan Sulut,” ujar Kader Partai Demokrat Sulut ini.

Dia berharap, pengguna media sosial khususnya warga Manado untuk membagikan berita yang benar-benar valid dengan mencari tahu sumber berita yang jelas. “Aparat juga harus bertindak tegas dengan memberikan sanksi kepada penyebar hoaks sehingga bisa memberikan efek jera dan berita bohong tidak akan makin berkembang,” tukas calon legislator DPRD Sulut dapil Manado itu. (get)