MANADO — Pesatnya perkembangan teknologi saat ini, membawa dampak positif bagi pembangunan daerah. Namun, tak bisa dipungkiri, pemanfaatan teknologi yang kurang bijak juga berdampak sangat buruk dan merugikan.
Salah satunya, penyebaran berita bohong (hoaks) yang kini seolah menjadi tren di media sosial (medsos). Meminimalisasi hoaks yang berdampak sangat merugikan untuk daerah, pemerintah diminta menggalakkan literasi media bagi warga. Terutama para pengguna media sosial.
Wakil Ketua Bidang UMKM dan Koperasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Utara Ivanry Matu menyebut, literasi media wajib digalakkan karena pengguna media sosial saat ini terdiri dari berbagai macam karakter. Mulai dari anak-anak hingga dewasa, orang berpendidikan maupun yang tidak berpendidikan. “Adanya literasi media maka pemerintah akan mengedukasi warga agar mampu memfilter berita yang benar-benar valid,” papar Matu.
Dia menjelaskan, literasi media adalah kemampuan untuk memahami, menganalisis, dan mendekonstruksi pencitraan media. Kemampuan untuk melakukan hal ini ditujukan agar pemirsa sebagai konsumen media termasuk anak-anak menjadi sadar tentang cara media dikonstruksi, dibuat dan diakses.
“Maraknya penyebaran hoaks di media sosial memberikan efek negatif di bidang ekonomi, politik hingga keamanan yang bisa memberikan kerugian bagi daerah. Karena hoaks kita bisa kehilangan investor dan jika itu terjadi merupakan kerugian besar bagi Manado dan Sulut,” ujar Kader Partai Demokrat Sulut ini.
Dia berharap, pengguna media sosial khususnya warga Manado untuk membagikan berita yang benar-benar valid dengan mencari tahu sumber berita yang jelas. “Aparat juga harus bertindak tegas dengan memberikan sanksi kepada penyebar hoaks sehingga bisa memberikan efek jera dan berita bohong tidak akan makin berkembang,” tukas calon legislator DPRD Sulut dapil Manado itu. (get)
Tinggalkan Balasan