MANADO-  Kepolisian daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut) laksanakan apel gelar pasukan operasi lilin samrat 2018 di Mapolda Sulut, Jumat (21/12/2018), Pukul 09.00 Wita.  Upacara ini dipimpin oleh Kapolda Sulut Irjen Polisi Bambang Waskito dan Kasdam XIII/ Merdeka Brigjen TNI Fajar Setiawan.

Dalam sambutan, Kasdam XIII/ Merdeka Brigjen TNI Fajar Setiawan membacakan sambutan Kapolri Jendral Tito Karnavian. Dikatakannya, bahwa Polri telah menginventarisir beberapa potensi kerawanan saat Natal nanti.

“Diantaranya kejahatan konvensional yang meresahkan masyarakat, potensi aksi terorisme, sweeping ormas dan aksi intoleransi, kecelakaan moda transportasi baik darat, laut, maupun udara, ketersediaan dan stabilitas harga pangan, serta kemacetan dan kecelakaan lalu lintas,” ujar dia.

Menurut dia, peningkatan intensitas kegiatan masyarakat akan memunculkan potensi meningkatnya kejahatan konvensional seperti begal, premanisme, maupun aksi street crimes seperti pencurian, pencopetan, dan sebagainya.

“karenanya upaya cipta kondisi seperti Operasi Zebra dan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan dengan sasaran kejahatan jalanan, premanisme, penertiban penyakit masyarakat, miras, dan petasan telah dilaksanakan,” terang dia.

Lanjut dia, Keberadaan pos-pos pengamanan dan pelayanan tetap harus dilakukan. Di samping itu pula, penegakan aturan terkait tempat hiburan dan penjualan minuman beralkohol perlu dilakukan secara bersama-sama dengan pemerintah daerah setempat.

“Terkait dengan aksi terorisme, peran Satgas Anti Teror Polda jajaran perlu untuk ditingkatkan. Upaya-upaya preemtive strike terhadap seluruh jaringan pelaku teror perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya aksi terorisme,” beber dia

Dia menjelaskan, sedangkan dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan yang banyak dipengaruhi oleh kelancaran suplai dan distribusi, Polri diharapkan terus melakukan kegiatan pendampingan dan operasi pasar secara bersama dengan seluruh instansi terkait.

“Jika perlu, lakukan penegakan hukum secara tegas terhadap para pelaku penimbunan, monopoli, dan mafia pangan secara tepat, yang tidak menimbulkan dampak kontra produktif,” tegas Kasdam.

“Terima kasih kepada seluruh personel Polri, jajaran TNI, Pemerintah Daerah, serta para pemangku kepentingan lainnya, yang selama ini telah bekerja dengan sungguh-sungguh dalam memelihara stabilitas Kamtibmas yang kondusif,” tambah dia.

“Saya berharap, kerjasama dan sinergisitas yang sudah terjalin dengan baik ini, dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan,” pungkas dia. (Rhendi Umar/View)