Ibadah Natal, PPI Sulut Diingatkan Menjadi Terang di Tengah Dunia

oleh
Pengurus inti PPI Sulut saat membawakan pujian pada ibadah perayaan Natal. (Rhendi Umar)

MANADO– Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Sulawesi Utara (Sulut) diingatkan untuk memaknai Natal dengan menjadi terang di tengah dunia yang gelap.

Hal itu dikatakan Pdt Kariane Wuntu-Kuhon saat memimpin ibadah Natal dirangkaikan dengan hari ulang tahun (HUT) PPI ke-29, Minggu (30/12/2018).

Ibadah yang digelar di kediaman keluarga Herry Kereh-Kindangen depan Wisma Lorenso Pineleng tersebut diikuti dengan khusyuk oleh pengurus dan anggota.

Pdt Kariane mengambil perenungan Firman Tuhan dalam kitab Daniel 2:19-23 dan Yohanes 8 : 12.

Pdt Kariane menjelaskan, setiap perayaan Natal Yesus Kristus, semua umat Kristiani tidak bisa terlepas dari nyala lilin, sebab makna tersebut seperti Yesus Kristus sumber terang yang menerangi dunia yang gelap ini.

“Oleh karenanya, kita sebagai umat Tuhan, harus dapat membawa terang Tuhan untuk menerangi dunia,” ujarnya.

Pengurus Inti PPI Sulut saat meniup lilin HUT PPI ke-29. (Foto: Rhendi Umar)

Lebih lanjut dikatakan Pdt Kariane, semua orang percaya harus hidup penuh kerendahan hati, jangan jatuh pada kesombongan diri, merasa hidup paling berpengaruh dan paling suci diantara orang lain.

“Mari kita belajar dari Daniel. Dalam Firman Tuhan kita telah pelajari bahwa dia lebih mengutamakan kepentingan orang lain daripada dirinya sendiri. Inilah makna Natal yang kita rayakan malam ini supaya jadi terang lewat kehidupan kita,” jelasnya.

Usai mendengarkan Firman Tuhan, acara dilanjutkan dengan peniupan lilin ulang tahun oleh para pengurus PPI Sulut.

Ketua PPI Sulut Hendro Kawatak dalam kesan dan pesan mengungkapkan, selama setahun perjalanan organisasi tersebut  banyak romantika organisasi baik itu telah bertemu dengan kawan-kawan, sahabat lama, bertemu dengan para senior, hingga ada rasa kekeluargaan.

Namun ia mengakui selama tiga tahun kepimpinannya, tantangan pun banyak dihadapi.

“Sering kita mengambil keputusan-keputusan yang kadang kala sangat pelik tapi harus dibuat untuk perjalanan suatu organisasi. Sering pula terjadi beda pendapat, hingga berantem satu sama lain, tapi saya yakin itu adalah dinamika organisasi,” jelas Kawatak.

Dia pun senang jika selama ini banyak kritikan yang masuk dalam organisasinya.

“Tentunya kritikan yang positif harus kita ambil, untuk kemajuan organisasi kita ke depan agar lebih baik lagi. Intinya kita tetap solid dan kerja sama ke depan,”
jelasnya.

Hadir dalam acara ini, Ketua MPO Sulut Herry Kereh, Wakil Ketua Umum (Waketum) Pusat PPI Cherry Maringka, Ketua PPI Bolmong Soeharto Sakarin, Ketua PPI Kotamobagu Alfian Tumbol.

Ada juga Ketua PPI Bitung Hadi Saputra, Ketua PPI Kota Manado Joudi Kalumata, Ketua PPI Kepulauan Sangihe Meydita Mamentu, Ketua PPI Minahasa Gideon Mokorimban, seluruh anggota PPI Sulut, General Manager (GM) PT Garuda Indonesia Wilayah Suluttenggo Macfie Kindangen dan Kapolres Bitung AKBP Stevanus Tamuntuan. (Rhendy Umar/cr)